Bakal Garap Potensi Curug Gasu

Desa Kebondalem, Kecamatan Jambu

47
SILATURAHMI: Desa Kebondalem mengadakan senam aerobik rutin pada hari Jumat akhir bulan. Selain digunakan untuk silaturahmi, agenda tersebut juga digunakan Pemerintah Desa untuk membahas pemberdayaan potensi Desa (IST).
SILATURAHMI: Desa Kebondalem mengadakan senam aerobik rutin pada hari Jumat akhir bulan. Selain digunakan untuk silaturahmi, agenda tersebut juga digunakan Pemerintah Desa untuk membahas pemberdayaan potensi Desa (IST).

JAMBU – Desa Kebodalem memiliki potensi wisata alam berupa curug yang masih perawan. Oleh pemerintah Desa, potensi ini akan diolah menjadi Desa wisata demi mendorong perekonomian warga Desa.

Kepala Desa Kebondalem, Nur Kolik mengatakan, nantinya dirinya akan menggerakkan pemuda sekitar untuk mengelola potensi wisata ini. Sebab, ini merasa bahwa anak muda di Desa Kebondalem memiliki kreatifitas yang cukup memadahi untuk mengembangkan potensi wisata alam ini.

”Curug Gasu, tapi untuk namanya akan kami sesuaikan lagi. Dengan kita kelola menjadi desa wisata kami berharap bisa meningkatkan perekonomian warga,” jelas Nur Kilik kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kades : Nur Kolik. (IST)
Kades : Nur Kolik. (IST)

Potensi wisata ini, kata Nur Kolik, akan digarap dengan serius mengingat dampak positif yang nantinya dapat diciptakan. Seperti memberikan kesempatan pemasaran kepada UMKM warga setempat ketika banyak wisatawan yang berkunjung.

”Tentunya akan kami integrasikan ke UMKM, sehingga akan memberikan dampak yang luas terhadap perekonomian warga,” ujarnya sembari menyebut beberapa UMKM yang ada bergerak di bidang olahan makanan dan kerajinan.

Potensi alam ditambah dengan desa sebagai penghasil alpukat yang sudah beberapa kali menjuarai kompetisi, Kolik yakin bahwa paket wisata yang ditawarkan Desa Kebondalem mampu mengundang wisatawan untuk datang.

Sayangnya, untuk menuju Desa wisata ini, pemerintah desa Kebondalem masih sedikit menghadapi kendala, terutama di bidang pendanaan. Pasalnya, dengan jumlah dusun yang cukup banyak, yakni 12 dusun, anggaran Pemerintah Desa terserap untuk pembangunan infrastruktur.

”Untuk mengatasinya, kita coba buka dulu dusun yang sudah siap. Di sini ada beberapa dusun yang sudah siap seperti Desa Kalibening yang kabarnya tahun depan sudah membuka Desa wisata alpukat. Sehingga ketika mereka mandiri, anggaran desa bisa terbantu untuk membangun wisata Desa ini,” ujarnya.

Ke depan, Desa wisata yang rencananya juga akan diintegrasikan dengan BUMDes ini diharapkan bisa membuat Desa Kedondalem menjadi lebih mandiri. Dengan hasil BUMDes, desa Kebondalem akan terus menggenjot pembangunan serta pemberdayaan masyarakat sekitar, terutama di bidang ekonomi.”Kami berharapnya bisa lebih sejahtera tentunya. Untuk itu kami akan upayakan dengan serius,” pungkasnya. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here