Warga Terpaksa Bangun Jembatan Darurat

184
TINJAU LOKASI: Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan saat meninjau jembatan darurat, di Desa Pamutih, Lebakbarang (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TINJAU LOKASI: Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan saat meninjau jembatan darurat, di Desa Pamutih, Lebakbarang (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN – Longsor yang terjadi di Desa Pamutih, Kecamatan Lebakbarang sebulan yang lalu membuat akses warga Desa khususnya Desa Depok, desa yang terdekat dengan desa Pamutih terputus.

Untuk mengatasi hal tersebut, warga akhirnya secara swadaya membangun jembatan darurat untuk menghubungkan dengan Desa Depok, dan desa lainnya. Pasalnya, jalan desa yang menghubungkan Desa Pamutih dengan desa lainnya, hanyut tergerus longsor, dan jalan Desa Pamutih tersebut pun terputus.

Perangkat Desa Pemutih, Suyitno, Jumat (3/11), mengungkapkan bahwa Desa Pamutih sering terjadi longsor meski longsor kecil-kecilan dan tidak membawa korban jiwa. Namun sebulan yang lalu terjadi longsor cukup besar, hingga memutuskan jalan raya Desa Pemutih.

Menurutnya karena tidak ada bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, untuk membuat jalan baru, maka dengan bergotong royong warga mambangun jembatan darurat.

“Untuk memperlancar orang ke pasar, maka dibuat jalan darurat yang menghubungkan ke Desa Depok, untuk menuju Pasar Kandangseran, ini termasuk jalan vital, maka dibuat jalan darurat,” ungkap Yitno.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan, Sabdo Sugeng, saat berkunjung ke Desa Pamutih mengatakan, bahwa Pemda melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, harus memberikan bantuan pembuatan jalan tembus atau pembuatan jembatan secara permanen.

Menurutnya dengan adanya jembatan darurat yang terbuat dari kayu, maka kendaraan roda empat sangat kesulitan untuk masuk ke Desa Pamutih, khususnya warga Desa Depok jika ingin mengangkut hasi bumi, atau mengantarkan barang dari Pasar Lebakbarang.

“Jalan itu merupakan akses jalan satu-satunya warga Desa Pamutih kalau mau ke Kajen, atau pusat Pemerintahan Pemda, jadi seharusnya BPBD membantu membangunkan jembatan permanen,” kata Sabdo.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Djatmiko, menjelaskan bahwa Kecamatan Lebakbarang, termasuk Desa Pemutih adalah salah satu desa yang rawan bencana, dan sering terjadi bencana jika hujan turun dengan deras.

Menurutnya saat ini pihak BPBD Kabupaten Pekalongan, sedang membuatkan kajian terhadap daerah yang longsor, untuk dibuat jalan alternatif, mengingat jalan yang longsor di Desa Pamutih.

“Untuk bantuan dari BPBD sudah beberapa kali memberikan bantuan, termasuk membuka akses jalan yang terkena longsor tersebut. Namun untuk pembuatan jembatan permanen, sedang kami kaji dahulu, mengingat jalan tersebut rawan akan longsor,” jelas Bambang. (thd/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here