Ubah Umbi Talas, Jadi Makanan Sereal

Dua Siswa SMA Kebon Dalem Sabet Juara III Festival of Argoindustri 2017 di IPB

171
TUNJUKKAN MEDALI : Dua siswa SMA Kebon Dalem, Richardo Nugroho dan David A, memamerkan piala hasil penelitian dan pengembangan umbi talas (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TUNJUKKAN MEDALI : Dua siswa SMA Kebon Dalem, Richardo Nugroho dan David A, memamerkan piala hasil penelitian dan pengembangan umbi talas (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Pemanfaatan umbi talas sebagai makanan pendamping, hingga kini belum dimaksimalkan. Bahkan dari segi pengolahan makanan, bahan umbi talas masih dipandang sebelah mata dan ditinggalkan. Hal inilah yang mendorong siswa SMA Kebon Dalem Semarang, Richardo Nugroho dan David A, menyulap umbi talas menjadi makanan sereal pendamping masyarakat. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

KONSUMSI umbi talas di Indonesia terbilang sangat rendah. Pun dengan pemanfaatannya, bisa dibilang kurang variatif atau minim. Kalaupun mengolah, biasanya umbi talas hanya diubah menjadi tepung talas ataupun kripik.

“Pemanfaatan umbi talas yang minim inilah, mendorong kami meneliti kandungan yang ada di dalamnya. Setelah kami tahu, ternyata umbi talas bisa diolah menjadi sereal atau makanan lain sebagai pendamping makanan pokok,” kata Richardo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Richardo, setelah dilakukan penelitian pada umbi talas, ada beberapa kandungan penting di dalamnya. Di antaranya, karbohidrat, kalsium, hingga protein yang bisa dimanfaatkan oleh tubuh. “Kandungan karbohidratnya cukup besar, sampai 51,4 gram. Belum lagi kalsium yang mencapai 0,151 gram, serta banyak lagi kandungan lainnya,” bebernya.

Dari penelitian tersebut, akhirnya dua siswa XI IPA ini mengolah umbi talas menjadi sereal 3 in 1, yakni mengolah umbi talas menjadi selai, ampas talas bekas olahan selai menjadi bubur talas instan serta sari talas. “Karena kandungan yang bermanfaat banyak, makanan ini cocok untuk memenuhi gizi sebagai makanan pendamping,” ucapnya.

Adanya kandungan kalsiun oksalat dalam umbi talas, jelasnya, membuat tenggorokan terasa gatal. Namun persoalan tersebut, bisa di atasi oleh kedua siswa. Caranya adalah dengan merendam umbi talas ke dalam air kapur sirih selama 20 menit, agar kandungan yang menyebabkan tenggorokan gatal tersebut bisa hilang. “Kendala biasanya ada pada cara mengolahnmya. Agar tidak gatal di tenggorokan, kami bisa mengatasinya dengan merendamnya dengan kapur sirih,” tambah David.

Berkat penelitian tersebut, keduanya berhasil menyabet juara III Festival of Argoindustri 2017 di Institut Pertanian Bogor (IPB) pertengahan Oktober lalu. Kedua siswa SMA Kebon Dalem ini berhasil mengalahkan 100 peserta lain yang berasal dari seluruh Indonesia. “Dari 100 peserta ini kemudian diseleksi dan diambil 10, kami bersyukur bisa mendapatkan juara III,” ucapnya bangga.

David berharap, produk dari umbi talas yang mereka buat bisa terus dikembangkan dan dipasarkan secara luas, agar ekonomi masyarakat bisa terangkat. “Lewat umbi talas yang selama ini dianggap kurang memiliki nilai guna, bisa mengangkat tingkat perekonomian masyarakat setempat,” tandasnya..

Kepala SMA Kebon Dalem, Thio Hok Lay menuturkan bahwa pihak sekolah memiliki program research camp (RC), yang menjadi salah satu upaya meningkatkan minat belajar siswa. Salah satunya mencari pengetahuan dan pengalaman, terhadap proses belajar yang dijalaninya. “Kegiatan ini merupakan aktulisasi dari program belajar yang selama ini dijalankan. Mereka bisa memberikan informasi, ilmu pengetahuan dan pengalaman dari hasil belajar kepada civitas akademika, orang tua dan masyarakat luas,” bebernya.

Dengan dilakukannya penelitian oleh siswa, pihaknya berharap, para siswa bisa berpikir kritis dalam pemecahan masalah, melatih kerjasama, sekaligus meningkatkan keterampilan dalam mengomunikasikan ide-ide, serta peduli terhadap lingkungan sekitar. “Harapannya bisa bermanfaat bagi masyarakat secara luas dan turut memecahkan masalah di tengah masyarakat,” tambahnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here