33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Ubah Umbi Talas, Jadi Makanan Sereal

Dua Siswa SMA Kebon Dalem Sabet Juara III Festival of Argoindustri 2017 di IPB

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Pemanfaatan umbi talas sebagai makanan pendamping, hingga kini belum dimaksimalkan. Bahkan dari segi pengolahan makanan, bahan umbi talas masih dipandang sebelah mata dan ditinggalkan. Hal inilah yang mendorong siswa SMA Kebon Dalem Semarang, Richardo Nugroho dan David A, menyulap umbi talas menjadi makanan sereal pendamping masyarakat. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

KONSUMSI umbi talas di Indonesia terbilang sangat rendah. Pun dengan pemanfaatannya, bisa dibilang kurang variatif atau minim. Kalaupun mengolah, biasanya umbi talas hanya diubah menjadi tepung talas ataupun kripik.

“Pemanfaatan umbi talas yang minim inilah, mendorong kami meneliti kandungan yang ada di dalamnya. Setelah kami tahu, ternyata umbi talas bisa diolah menjadi sereal atau makanan lain sebagai pendamping makanan pokok,” kata Richardo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Richardo, setelah dilakukan penelitian pada umbi talas, ada beberapa kandungan penting di dalamnya. Di antaranya, karbohidrat, kalsium, hingga protein yang bisa dimanfaatkan oleh tubuh. “Kandungan karbohidratnya cukup besar, sampai 51,4 gram. Belum lagi kalsium yang mencapai 0,151 gram, serta banyak lagi kandungan lainnya,” bebernya.

Dari penelitian tersebut, akhirnya dua siswa XI IPA ini mengolah umbi talas menjadi sereal 3 in 1, yakni mengolah umbi talas menjadi selai, ampas talas bekas olahan selai menjadi bubur talas instan serta sari talas. “Karena kandungan yang bermanfaat banyak, makanan ini cocok untuk memenuhi gizi sebagai makanan pendamping,” ucapnya.

Adanya kandungan kalsiun oksalat dalam umbi talas, jelasnya, membuat tenggorokan terasa gatal. Namun persoalan tersebut, bisa di atasi oleh kedua siswa. Caranya adalah dengan merendam umbi talas ke dalam air kapur sirih selama 20 menit, agar kandungan yang menyebabkan tenggorokan gatal tersebut bisa hilang. “Kendala biasanya ada pada cara mengolahnmya. Agar tidak gatal di tenggorokan, kami bisa mengatasinya dengan merendamnya dengan kapur sirih,” tambah David.

Berkat penelitian tersebut, keduanya berhasil menyabet juara III Festival of Argoindustri 2017 di Institut Pertanian Bogor (IPB) pertengahan Oktober lalu. Kedua siswa SMA Kebon Dalem ini berhasil mengalahkan 100 peserta lain yang berasal dari seluruh Indonesia. “Dari 100 peserta ini kemudian diseleksi dan diambil 10, kami bersyukur bisa mendapatkan juara III,” ucapnya bangga.

David berharap, produk dari umbi talas yang mereka buat bisa terus dikembangkan dan dipasarkan secara luas, agar ekonomi masyarakat bisa terangkat. “Lewat umbi talas yang selama ini dianggap kurang memiliki nilai guna, bisa mengangkat tingkat perekonomian masyarakat setempat,” tandasnya..

Kepala SMA Kebon Dalem, Thio Hok Lay menuturkan bahwa pihak sekolah memiliki program research camp (RC), yang menjadi salah satu upaya meningkatkan minat belajar siswa. Salah satunya mencari pengetahuan dan pengalaman, terhadap proses belajar yang dijalaninya. “Kegiatan ini merupakan aktulisasi dari program belajar yang selama ini dijalankan. Mereka bisa memberikan informasi, ilmu pengetahuan dan pengalaman dari hasil belajar kepada civitas akademika, orang tua dan masyarakat luas,” bebernya.

Dengan dilakukannya penelitian oleh siswa, pihaknya berharap, para siswa bisa berpikir kritis dalam pemecahan masalah, melatih kerjasama, sekaligus meningkatkan keterampilan dalam mengomunikasikan ide-ide, serta peduli terhadap lingkungan sekitar. “Harapannya bisa bermanfaat bagi masyarakat secara luas dan turut memecahkan masalah di tengah masyarakat,” tambahnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Budi Kaget Orang Telanjang Jatuh Dari Atap

SEMARANG - Warga Kelurahan Kembangarum, Manyaran, Semarang Barat digegerkan dengan seorang pemuda telanjang di dalam rumah warga. Pemuda tanpa identitas tersebut diduga mabuk dan...

Antrean Pemohon KIA Capai 16 Ribu Anak

Pemohon kami sekarang yang menunggu antrean sudah 16 ribuan (anak). Mesin cetak kami kemampuannya hanya mencetak 400 KIA sehari. Jadi, ini bisa panjang sekali. Adi...

Sepekan Tiga Uji Coba

SEMARANG – Setelah menjalani training centre (TC) di Bandungan, Kabupaten Semarang, pekan ini tim PSIS Semarang akan mulai masuk dalam program uji coba. Sebanyak...

Haul Kiai Jungke dari Pandansari

TEPAT tanggal 10 Muharram 1439 H bersamaan  pada Sabtu (30/9) lalu, berlangsung haul ke-417 Kiai Jungke alias Kiai Mertonoyo, penyebar agama Islam dari Kampung...

FEB UM Magelang Sosialisasi Sistem Informasi Akuntansi

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Magelang melakukan sosialisasi pengelolaan keuangan di SMK Muhammadiyah se-Kecamatan Salam. Sosialisasi yang dilakukan 3 dosen...

Plalangan Wakili Jateng Maju Lomba LBS Tingkat Nasional

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kelurahan Plalangan, Kecamatan Gunungpati, maju mewakili Jawa Tengah dalam Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) tingkat Nasional. Jumat (20/4) kemarin, tim...