Tim Unggulan Belum Terbendung

Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD/MI Se-Kota Magelang 2017

189
PENYISIHAN AWAL: Babak penyisihan pada hari pertama di GOR Djarum Magelang kemarin memainkan penyisihan regu putra (HADIYANTO/JAWA POS RADAR KEDU).

MAGELANG – Tim bulutangkis yang masuk unggulan tidak kesulitan untuk melalui babak penyisihan Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD/MI se-Kodya Magelang, yang berlangsung mulai Jumat (3/11) kemarin di GOR Djarum Magelang, Jalan Beringin VI/78, Kota Magelang.

Sebagian besar tim unggulan tersebut, diperkuat oleh beberapa pemain potensial yang aktif mengikuti kejuaraan bulu tangkis di Kota Magelang. Meski beberapa tim bulutangkis sekolah membawa pemain unggulan, mereka tidak menempati seeded khusus karena pembagian pertandingan berdasarkan undian.

Pada hari pertama pertandingan kemarin, tim – tim yang diunggulan mampu melaju ke babak puncak, dan menang mudah atas lawan-lawannya. SD IT Ihsanul Fikri yang diperkuat dua atlet bulutangkis unggulan, tampil trengginas melibas lawannya SDN Magelang 7 dengan skor 2-0. SD IT sendiri menurunkan Ghifari dan Zaka, sedangkan SDN Magelang 7 menerjunkan Ghozy Farhan dan Bambu Abien.

Ghifari yang turun di partai tunggal kesatu menang mudah mengatasi Ghozy dengan dua game langsung 21-9 dan 21-10. Turun di partai ganda, Ghifari/Zaka juga mampu menang atas pasangan Ghozy/Abien, dua game langsung dengan skor 21-15 dan 21-12.

Pertandingan tim unggulan lainnya, SDN Potrobangsan 3, bertemu dengan SDN Rejowinangun 2. Laga berjalan cukup sengit. SDN Potrobangsan 3 menurunkan Ardira dan M Altaf, sedangkan SDN Rejowinangun 2 menerjunkan Muh Raihan dan Guntur. Kedua tim harus bermain hingga partai ketiga, untuk menentukan siapa pemenangnya. Partai tunggal pertama dimenangkan lebih dahulu SD Rejowinangun 2. Turun di partai ganda, SDN Potrobangsan 3 berhasil membalik keadaan dan menang. Tim SDN Potrobangsan 3 akhirnya menjadi pemenang mengalahkan SDN Rejowinangun 2 di partai ketiga tunggal kedua.

Ketua Pengkot PBSI Kota Magelang, Al Kukuh Santoso, mengakui bahwa meski pada kejuaraan tahun ini banyak atlet unggulan yang sudah tidak tampil, namun dominasi tim dengan atlet handal masih terasa. Bahkan Kukuh menyebutkan, Regu putra SDIT Ihsanul Fikri yang pada kejuaraan sebelumnya dibawah bayang-bayang SD Pantekosta, kini mampu tampil maksimal. Munculnya tim unggulan baru ini, dipengaruhi karena terjadi perubahan di komposisi atlet tim sekolah. Banyak tim juara tahun lalu tidak diperkuat lagi atlet handal karena sudah lulus dan melanjutkan ke jenjang SMP.

“Juara kejuaraan sebelumnya, diantaranya adalah SD Pantekosta untuk kategori putra,  ada Jona yang kini sudah lulus dan melanjutkan karir bulu tangkisnya di Semarang. Sedangkan juara kategori putri, menurut Kukuh, SD Magersari 2 yaitu Veronica juga sudah lulus,” papar Kukuh disela pertandingan.

Sementara, Guru Olahraga SD Pantekosta, Sujono Hadi, mengungkapkan, kejuaraan tahun ini memang terasa berat dibanding sebelumnya. bersama Jona berhasil meraih gelar juara pada tahun 2016 untuk kategori putra. Namun kini SD Pantekosta belum memiliki atlet unggulan. Selain belum memiliki atlet unggulan, belum muncul atlet baru yang dapat meneruskan jejak atlet sebelumnya.

“Tahun lalu kami juara, karena masih punya Jona yang kualitasnya sangat baik. Tahun ini kami merasa berat, karena tidak ada atlet yang sebagus Jona. Meski pembinaan terus kami lakukan, kami belum melihat adanya atlit yang berbakat. Kami pun tidak memasang target muluk-muluk, kira-kira bisa 8 besar saja sudah cukup,” papar Sujono. (cr3/fiq/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here