Realisasi PBB Lampaui Target, Capai 101,17 Persen

200
FOTO: Kepala Bakeuda Kendal Dra. Tri Marti Andayani, MM (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
FOTO: Kepala Bakeuda Kendal Dra. Tri Marti Andayani, MM (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)  telah melebihi target. Realisasi pendapatan dari PBB hingga akhir Oktober lalu mencapai Rp 16,186 miliar atau 101,17 persen dari target yang telah disepakati sebesar Rp 16 miliar.

Kepala Badan Keuangan Daerah, Tri Marti Andayani, mengatakan capaian Rp 16 miliar tersebut terdiri dari PBB tahun ini sebesar Rp 13,327 miliar (83,30 miliar) dan piutang PBB di tahun-tahun sebelumnya yang tertunggak berhasil di tarik sebesar Rp 2,858 miliar.

Capaian PBB dari segi prosentase tertinggi adalah Kecamatan Kangkung yakni 91,65 persen. Kemudian disusul Kecamatan Pegandon dan Ngampel masing-masing 79,05 persen dan 77,37 persen. Prosentase penyelesaian pajak terburuk adalah Kecamatan Kaliwungu 58,85 persen, Cepiring 59,58 persen dan Singorojo 61,44 persen.

Tapi dari segi pemasukan PBB, Kecamatan Kaliwungu justru penyumbang PBB tertinggi dengan capaian Rp 1,774 miliar, didusul Kendal Kota  sebesar Rp 1,267 miliar, Boja sebanyak Rp 1,068 miliar dan Weleri dengan total pemasukan PBB Rp 1,057 miliar.

“Kami bekerja sama dengan Bank Jateng, dimana nantinya di akhir tahun bagi daerah yang dapat menyelesaikan 100 persen ataupun yang paling tinggi penyelesainnya akan mendapatkan hadiah dari Bank Jateng,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya berencana akan mencantumkan catatan jumlah tagihan pada tiap-tiap blanko pembayaran PBB. Sehingga wajib pajak bisa mengetahui jumlah pajak yang belum dibayar pada tahun-tahun sebelumnya. “Ini penting, karena wajib pajak kadang belum mengetahui jika ada tunggakan pajak,” tuturnya.

Selain itu, pencantuman catatan tagihan juga untuk mengantisipasi adanya kecurangan yang dilakukan petugas pemungut pajak. Seperti misalnya, wajib pajak sudah membayar pajak, maka bisa melakukan komplain kepada pihak desa/kelurahan setempat. “Tujuannya supaya pembayaran PBB yang dititipkan oleh warga  segera disetorkan ke Pemkab, sehingga bisa menghindari penyelewengan” jelasnya.

Kepala Bidang Penagihan Pajak, Wahyu Yusuf menambahkan jika realisasi pendapatan PBB dari tahun ke tahun terus meningkat. Selama tiga tahun terakhir yakni dari 2015 Rp 12,009 miliar,  2016 Rp 13,330 miliar dan 2017 Rp 16,186 miliar.

Selain itu PBB, pendapatan dari pajak-pajak lain juga meningkat. Seperti dari pajak Hotel Rp 113 juta,  Restoran Rp 2,264 miliar dan Hiburan Rp 161 juta. Selain itu dari Pajak Reklame Rp 1,206 miliar, Penerangan jalan Rp 38,793 miliar dan MBLB  Rp 843 juta.

Pendapatan pajak lain dari Parkir yang dikelola Bakeuda sebesar Rp 14,976 juta, Pajak Air tanah Rp 817 juta dan Sarang Burung Walet Rp 25 juta. Masih ditambah dari BPHTB Rp 16.186 miliar dan Sewa Tanah dan Bangunan Rp 30,824 miliar. (bud/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here