Petani Was-was, Pupuk Langka

179
LANGKA: Petani Kabupaten Demak dihantui kelangkaan pupuk pada musim tanam pertama saat ini (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
LANGKA: Petani Kabupaten Demak dihantui kelangkaan pupuk pada musim tanam pertama saat ini (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK – Kelangkaan pupuk hingga kini masih menghantui petani Demak. Sebab, saat musim tanam pertama (MT I) ini, petani banyak membutuhkan pupuk urea maupun non urea. Sejumlah fraksi di DPRD secara resmi menyampaikan pendapatnya terkait fenomena kelangkaan pupuk tersebut.

Farodli dari Fraksi Amanat Demokrasi mengatakan, MT I 2017/2018 di wilayah Kabupaten Demak terlaksana dengan serentak. Kondisi ini memungkinkan pemupukan bersama disertai panen bersama pula. “Karena itu, kepada dinas terkait agar menyediakan pupuk yang mencukupi kebutuhan petani. Selain itu, dapat diantisipasi penanganan saat panen maupun pasca panen,” katanya.

Senada disampaikan Ketua Fraksi PPP, Abu Said. Menurutnya, Pemerintah harus mengantisipasi kelangkaan pupuk. “Pupuk ini sangat vital bagi petani. Tidak ada pupuk, maka petani tidak bisa merawat tanamannya. Jika itu terjadi, maka produksi padi terancam,” ujarnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Sugiharno juga menyampaikan, bahwa kebutuhan pupuk bagi petani harus tercukupi. Sebab, sekarang sudah memasuki musim tanam. “Jangan sampai terjadi kelangkaan pupuk,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Demak, Ir Wibowo mengatakan, bahwa pihaknya telah mengajukan tambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah. “Kita sudah ajukan usulan penambahan alokasi pupuk,” katanya.

Seperti diketahui, Komisi B DPRD Demak sebelumnya telah mengusulkan tambahan pupuk sebanyak 2.162 ton sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Untuk Demak membutuhkan 46 ribu ton urea. Karena itu, kebutuhan tersebut harus terpenuhi. (hib/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here