Penambangan Srumbung Longsor

89
JANGAN DILANGGAR: Anggota Koramil Srumbung memasang papan tapal batas hutan negara Taman Nasional Gunung Merapi di Kali Cawang Desa Kemiren, Srumbung Kabupaten Magelang, Kamis (2/11) (DOK Humas Kodim 0705/Magelang).
JANGAN DILANGGAR: Anggota Koramil Srumbung memasang papan tapal batas hutan negara Taman Nasional Gunung Merapi di Kali Cawang Desa Kemiren, Srumbung Kabupaten Magelang, Kamis (2/11) (DOK Humas Kodim 0705/Magelang).

MUNGKID—Lokasi penambangan pasir Cawang Kulon, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, lagi-lagi mengalami longsor. Kamis (2/11) lalu, material longsoran menimbun sebuah truk pengangkut pasir dan batu. Diperoleh keterangan, material pasir dan batu hampir mengubur seluruh badan truk nopol AB 9211 HB milik penambang bernama Subanjar, 38, warga Dusun Logandeng, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung.

Kasubbag Humas Polres Magelang AKP Santoso mewakili Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo menjelaskan, longsor terjadi pukul 05.00. Subanjar, sopir truk nahas bersama dua rekannya, Mugiyono, 35; dan Tukijo, 40, berangkat ke lokasi penambangan pasir manual.

Satu jam kemudian, saat ia dan dua temannya sedang menambang, pasir dan batu yang berada di tebing setinggi 25 meter, mendadak longsor. Longsoran tebing menimbun truk sedalam 3 meter. Beruntung, Subanjar dan dua temannya bisa menyelamatkan diri. Truk mengalami kerusakan pada bagian bak kayu dan kabin. Bangkai truk telah dievakuasi menggunakan alat berat.

Terpisah, Koramil Srumbung Kodim 0705/Magelang memasang papan tapal batas di Kali Cawang Desa Kemiren, Srumbung Kabupaten Magelang untuk mencegah pelanggaran penambangan di wilayah area hutan negara Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Kamis (2/11). Upaya ini juga disertai dengan imbauan kepada para penambang di sekitar alur Sungai Bebeng, Srumbung.

Kepala Resort TNGM Wilayah Srumbung Margono mengatakan, aturan pelarangan tersebut dibuat untuk menjaga debit mata air di sekitar taman nasional dan menjaga kelestarian alam. “Jika penambang melanggar batas larangan negara, akan diberikan sanksi,” tegas Margono.

Selain memasang papan tapal batas, pihaknya juga rutin melakukan patroli oleh tim gabungan TNI, Polri, Polisi Kehutanan dan Satpol PP. “Dengan sasaran wilayah patroli antara lain alur Sungai Bebeng tepatnya di Kali Cawang Desa Kemiren, Srumbung. Dalam pelaksanaan patroli, jika bertemu dengan para penambang, maka kami harus memberikan penjelasan kepada para penambang, baik manual maupun yang menggunakan alat berat, agar tidak melanggar batas area taman nasiomal,” tandas Margono.

Danramil Srumbung Kapten Inf Sukenang mengatakan, kegiatan patroli ini pada dasarnya untuk kepentingan bersama dan menjaga agar alam tidak rusak oleh ulah manusia tidak bertanggung jawab. “Kami ingatkan kepada para penambang agar selalu memperhatikan faktor keamanan dalam melakukan penambangan,” kata Sukenang. (vie/cr3/ton/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here