Kostum Unik Penambah Semangat

102
TOTALITAS : Peserta Gemu Famire memakai kostum unik untuk menarik perhatian penonton dan tiga dewan juri, di Gedung Wanita, kemarin (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).
TOTALITAS : Peserta Gemu Famire memakai kostum unik untuk menarik perhatian penonton dan tiga dewan juri, di Gedung Wanita, kemarin (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).

MAGELANG – Sebanyak 39 unsur pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Kota Magelang mengikuti Lomba Gemu Famire dalam rangka HUT ke-18 DWP Tahun 2017, di Gedung Wanita, Jumat (3/11).

Para peserta dari berbagai instansi itu terlihat total saat mengikuti lomba tersebut. Mereka berkostum unik. Ada penyatuan beberapa elemen. Seperti bulu ayam, burung, pita, manik-manik, dan sebagainya. Kostum-kostum yang diciptakan pun tak seperti kostum senam pada umumnya, lebih mirip kostum kesenian tradisional dayakan, topeng ireng. Ada juga model burung lengkap dengan sayapnya.

Ketua DWP Kota Magelang Demetrya Tety Sugiharto mengatakan, antusiasme dari peserta di luar ekspektasinya. Ia tak menyangka, para peserta mempersiapkan tim masing-masing dengan sangat baik, meski diakui lomba ini pertama kali diadakan. “Saya nggak menyangka bisa seramai ini,” katanya.

Ia menyebutkan, semangat dari para peserta lomba tidak hanya terlihat saat memperagakan gerakan senam di depan tiga dewan juri dan ratusan penonton. Namun juga dari formasi, kostum, kekompakan, serta manajemen waktu.

“Semoga lomba ini bisa menambah semangat, ibu-ibu DWP juga makin sehat dan berani tampil,” tuturnya.

Dari lomba ini, menurutnya, sportivitas tim diadu. Pihaknya tak membolehkan orang lain yang bukan anggota DWP mengikuti lomba. “Kalau ada yang ambil dari luar, jelas, juri sudah tahu apa yang harus mereka lakukan,” katanya.

Ketua Panitia Titi Suryantoro menambahkan, lomba ini diadakan untuk mengembangkan kemampuan para anggota DWP di bidang olahraga. Selain itu, sebagai sarana pemersatu antara anggota DWP, serta menumbuhkan kecintaan kepada tanah air. “Tahun lalu sudah lomba mendongeng Bahasa Jawa, sekarang senam Gemu Famire agar tidak monoton,” ujarnya.

Peserta dari RSUD Tidar Kota Magelang Wiwi mengaku, persiapan mengikuti lomba tersebut kurang dari sebulan. Yang paling lama, adalah menghafalkan gerakan, dan formasi. Tapi yang paling sulit adalah menjaga kekompakan. “Tim saya ada 10 orang. Banyak orang seperti ini memang harus kompak, dimulai dari diri sendiri untuk menghafalkan gerakan,” ujarnya. (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here