Kopi Sirap Kelir Jadi Unggulan

Desa Kelurahan, Kecamatan Jambu

355
RAMAI: Wande Kopi, Kafe kopi yang dikembangkan kelompok tani sekitar ramai didatangi pengunjung baik dari dalam maupun luar daerah (IST).
RAMAI: Wande Kopi, Kafe kopi yang dikembangkan kelompok tani sekitar ramai didatangi pengunjung baik dari dalam maupun luar daerah (IST).

JAMBU – Desa Kelurahan, Kecamatan Jambu memiliki produk unggulan berupa kopi. Kopi di Desa ini dikelola oleh kelompok tani Rahayu 4 di Dusun Sirap.  Tidak hanya fokus dalam hasil pertanian, kelompok tani di Desa ini juga berupaya meningkatkan penghasilan para petani dengan berbagai upaya. Salah satunya adalah dengan membuat kafe di Desa Kelurahan.

”Namanya Wande Kopi. Sebenarnya itu singkatan dari Warung Deso Kopi. Kami membeli kopi warga dengan harga lebih tinggi daripada tengkulak, kemudian kami pasarkan di Wande ini,” ujar Sri Gendro Harmono, bagian produksi dusun kopi Sirap.

Rencananya, ke depan Desa ini akan membuat Desa wisata kopi. Di Desa wisata ini, wisatawan akan diajarkan berbagai hal berkaitan dengan seluk beluk kopi. Seperti belajar cara pembibitan, penanaman, pemanenan hingga penyajian kopi.

Sekdes: Fitri Wulandari (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
Sekdes: Fitri Wulandari (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

”Tidak hanya fokus pada penjualan tapi pada edukasi. Ini masih dalam proses. Mungkin dua bulan lagi atau awal tahun baru bisa kita launching desa wisata ini,” timpal Fitri Wulandari, sekretaris Desa Kelurahan saat ditemui di kantor kepala Desa Kelurahan.

Desa wisata ini diharapkan juga memberi dampak pada perekonomian warga. Sebab, setelah dibuka nanti, tidak menutup kemungkinan akan membutuhkan homestay bagi para wisatawan.”Sehingga rumah warga bisa digunakan untuk homestay. Menambah penghasilan bagi mereka juga kan,” ujar Fitri kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain untuk menambah perekonomian warga, adanya desa wisata ini diharapkan juga dapat membantu mendongkrak pendapatan asli desa (PADes) sehingga bisa mendukung kegiatan pembangunan dan pemberdayaan di Desa Kelurahan.

”Ini nanti rencananya juga akan dimasukkan ke BUMDes. Kaitannya sama pemberdayaan, nanti mungkin warga yang punya usaha kripik bisa dimasukkan ke dalam paket wisata Desa ini,” jelasnya.

Untuk pemasaran, Desa kelurahan tidak terlalu menghadapi kendala. Sebab, selain secara konvensional, Desa ini sudah merambah ke media sosial untuk memasarkan produk warga Desa kelurahan. Seperti yang sudah dilakukan saat ini adalah pemasaran menggunakan instagram.

”Untuk kopinya, pemasarannya selain di tingkat lokal hingga kecamatan, kami juga sudah mencoba merambah ke luar dengan menggunakan instagram. Bisa di lihat di @doesoen_kopisirap ,” kata sekretaris desa ini. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here