Keberadaan Ular Piton Meresahkan Warga Cemungsari

323
RESAH: Warga Cemungsari saat menunjukkan lokasi dilihatnya ular piton sepanjang lima meter di bawah jembatan Kaliurip, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
RESAH: Warga Cemungsari saat menunjukkan lokasi dilihatnya ular piton sepanjang lima meter di bawah jembatan Kaliurip, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN – Penampakan ular piton sepanjang sekitar 5 meter sebanyak tiga ekor membuat resah masyarakat Kampung Cemungsari, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat. Masyarakat dibuat resah lantaran dikhawatirkan ular tersebut masuk ke pemukiman penduduk.

Seperti yang diungkapkan oleh Jamal Budi Widodo, 46, warga Cemungsari, yang menyatakan keresahan hingga mengunggah hal tersebut ke media sosial. Dimana dalam postingan di media sosial tersebut, ia menjelaskan jika keberadaan ular tersebut terlihat pada malam hari.“Foto yang saya unggah itu memang jepetan warga yang kebetulan melihat. Terus terang kami resah, meskipun lokasinya ada di RT 10,” kata Jamal Budi Widodo, Jumat (3/11).

Diunggahnya keresahan tersebut langsung mendapat respon dari beberapa pecinta reptil. Seorang bernama Budi Hariyadi yang mengaku dari komunitas Ungaran Reptil berjanji akan membantu menangkap ular tersebut.

Informasi tersebut lantas ia teruskan ke Ketua RT 10 RW 6 Cemungsari, Taufik. “Kalau yang nangkap dari pecinta ular biasanya tidak dibunuh, tapi dipelihara,” katanya. Keberadaan ular di kampung tersebut memang hal yang biasa.

Seperti diketahui jika kampung ini berada di dekat bukit Siwakul yang relatif masih terjaga vegetasinya dan dikelilingi beberapa anak sungai. Diantaranya yaitu sungai Kaliurip yang bermuara di sungai Kaligarang.“Saya dulu melihara ayam sering hilang, padahal di kandang. Sekarang tidak punya lagi,” kata Arimbi, 61, salah satu warga.

Rumah Arimbi persis di sebelah jembatan Kaliurip, cerita tentang ular piton di kampungnya kerap ia dengar. Meskipun tidak kaget, namun ia tetap menaruh rasa was-was, apalagi rumahnya dekat sekali dengan lokasi yang diperkirakan sarang ular piton tersebut. “Tadi malam saya pulang jam 23.00, bapak-bapak bakar ban disitu. Terus terang takut juga, katanya ada tiga ekor,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh warga setempat Gandi, 21. Gandi mengaku pernah melihat ular tersebut saat tengah memburu kodok di bawah jembatan Kaliurip. Ia melihat ular sebesar paha orang dewasa ini keluar dari saluran air.“Panjangnya sekitar 5 meter, saya lihat waktu cari kodok malam-malam,” kata Gandi.

Setelah kabar ular piton ini merebak, warga mulai berjaga-jaga di sekitar jembatan Kaliurip untuk memburu hewan melata itu sebelum mencelakai warga atau memangsa ternak mereka. Pasalnya lokasi penampakan ular tersebut berada di tengah-tengah perkampungan. “Sudah empat hari ini keluar terus, warga berusaha menangkapnya tapi belum bisa,” ujarnya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here