Elang Untidar Siap Ikuti Kompetisi Mobil Listrik

158
SIAP BERLAGA: Elang Untidar memiliki motor listrik 350 watt bisa melaju 40 km/jam selama 3 jam sebelum 4 baterainya diisi ulang (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu).
SIAP BERLAGA: Elang Untidar memiliki motor listrik 350 watt bisa melaju 40 km/jam selama 3 jam sebelum 4 baterainya diisi ulang (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu).

MAGELANG – Prototipe mobil listrik Elang Untidar karya mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) Magelang siap mengikuti kompetisi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 8 November 2017 mendatang. Elang Untidar akan bersaing dengan 79 kontestan lain dari seluruh Indonesia dalam acara yang digagas oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tersebut.

“Sebelumnya, kami lalui seleksi terlebih dahulu bersama 106 tim dan lolos ke tahap dua dengan 80 tim,” jelas Manajer Tim Mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Untidar Heru Sai Udin saat pamitan dan ujicoba Elang Untidar di halaman Rektorat Untidar, Jumat (3/11).

Heru menjelaskan, dalam kompetisi ini, setiap mobil akan menjajal 5 kali race dengan 8 kali putaran per race-nya. “Sedangkan per race harus mencatat waktu kurang dari 30 menit. Kami menargetkan lolos pemeriksaan, bisa race tiap hari, dan syukur-syukur dapat juara,” katanya.

Proyek Elang Untidar ini berawal pada 2016 saat ada upaya membuat mobil listrik. Saat itu, terbentuk tim inti dan tim operasional yang masing-masing tim terdiri dari 7 mahasiswa. Mereka melakukan penelitian dengan bimbingan dosen FT Sigit Joko Purnomo. Pada Mei 2017, lahirlah Si Elang Untidar. Nama Elang berasal dari singkatan Electrical Lightweight Automobile Non Gasoline. Selain itu, Elang juga menjadi lambang Untidar.

PROTOTIPE: Mobil Listrik Elang Untidar saat diujicobakan di halaman Rektorat Untidar Magelang, Jumat (3/11) (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu).
PROTOTIPE: Mobil Listrik Elang Untidar saat diujicobakan di halaman Rektorat Untidar Magelang, Jumat (3/11) (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu).

Heru mengatakan, karya ini memang baru prototipe dan masih akan terus dikembangkan. Elang adalah karya mobil listrik pertama mahasiswa Untidar. “Lahirnya Elang tidak lain karena keinginan mahasiswa memiliki karya mobil listrik. Saya pribadi juga ingin sekali bisa membuat mobil listrik, apalagi kampus lain banyak yang sudah bisa membuatnya,” beber Heru.

Sebagai karya perdana, Elang Untidar belum pernah mengikuti kontes apapun. Namun demikian, tim sudah merancang Elang Untidar agar siap mengikuti kontes mobil ramah lingkungan. “Seperti namanya, mobil ramah lingkungan yang masih prototipe ini pun berbentuk mirip dengan Elang di usia muda.”

Elang memiliki panjang badan sekitar 265 cm, tinggi 75 cm, dan berat 106 kg. Mobil ini dilengkapi 3 roda. Dua roda di bagian depan dan 1 roda di belakang. Sebagai penggerak, mobil berwarna kuning dan biru ini memiliki penggerak motor listrik berkekuatan 350 watt.

Sebagai penggerak utama Elang Untidar, menurut Heru, adalah micro controler yang dilindungi fan yang berfungsi sebagai kipas pendingin dan alat penyerap panas agar tahan terhadap panas. “Dengan daya 350 watt, si Elang mampu melesat hingga 40 km/jam dan tahan selama 3 jam untuk kemudian 4 baterai diisi ulang,” jelas Heru.

Sigit Joko Purnomo mengaku bangga dengan hasil kerja keras mahasiswanya. Ia mengakui, tim yang membuat Elang Untidar tidak pernah putus asa dan mau terus belajar untuk mengembangkan pengetahuannya. Untuk memaksimalkan dan menguji ketahanan Elang, juga siap menggelar uji coba di depan halaman GOR Samapta Magelang dengan melintasi jarak putaran yang lumayan panjang. “Kami berharap, di KMHE nanti, Elang Untidar mampu tampil maksimal dan memukau juri sehingga berhasil menang,” ujar Sigit.

Rektor Untidar, Prof Dr Cahyo Yusuf MPd juga bangga dengan karya mahasiswa teknik mesin ini. Ia sangat mendukung penuh tim Elang Untidar untuk berlaga di Surabaya dan berharap meraih hasil terbaik. “Elang Untidar ini wujud nyata karya mahasiswa. Saya harap jurusan lain yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) juga dapat menghasilkan karya terbaik,” jelas Cahyo. (cr3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here