Data Registrasi Nomor HP Bisa Disalahgunakan

SOP Kurang Jelas

188

SEMARANG-Pemerintah dan operator diminta berhati-hati dalam menjalankan program registrasi nomor handphone (HP). Pasalnya, identitas yang didaftarkan mengharuskan menggunakan nomor Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jika database kependudukan dan nomor HP itu bocor, bisa disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab, yang ujung-ujungnya justru merugikan masyarakat.

Direktur Indonesia e-Fraud Watch (IEW), Solichul Huda menilai, program registrasi yang menggunakan data kependudukan yang valid, memang sangat bagus. Hanya saja, perlu standar operasional prosedur (SOP) yang jelas. “Teknisnya, pengguna nomor HP melakukan registrasi atau memberikan identitas ke operator. Nah, yang bisa membaca data itu siapa saja? Harus jelas,” tegasnya ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (3/11) kemarin.

Dia mencontohkan, jika database tersebut hanya bisa dilihat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), lantas bagaimana dengan pihak kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang notabene juga membutuhkan. Termasuk, apakah pihak operator juga punya hak untuk melihat data registrasi kependudukan itu. “Saya khawatir, nanti malah setengah-setengah. Akhirnya malah bocor, kemudian disalahgunakan,” tegasnya.

Pakar Informasi Teknologi (IT) ini pun menyindir mengenai program lain yang tidak berjalan semestinya. “KTP Elektronik. Itu kan program bagus. Warga yang ingin mengurus administrasi, sebenarnya tidak perlu lagi fotokopi KTP. Pemerintah tinggal menyediakan card reader untuk membaca data elektronik yang sudah disematkan di e-KTP. Tapi sampai sekarang, itu kan tidak dijalankan. Saya khawatir, registrasi nomor HP juga sama,” paparnya.

Dia melihat, sudah ada gejala kerja yang sia-sia. Registrasi nomor HP, katanya, bukan hal baru. Huda mengaku sudah pernah melakukan registrasi nomor HP-nya tiga tahun silam. Bahkan saat itu dia datang langsung ke gerai untuk mendaftarkannya. “Saya bawa HP dan KTP. Didaftarkan petugas gerai operator yang saya pakai. Kalau sekarang suruh daftar lagi, berarti registasi yang dulu itu sia-sia,” ucapnya.

Menurutnya, ada kejanggalan pada registrasi ulang ini. Dia menilai, bisa jadi database registrasi yang dulu hilang atau kemungkinan lain. Diskominfo sendiri tidak mau susah-susah melakukan verifikasi data pengguna ponsel yang sudah ada.

“Ini kan termasuk kerja setengah-setengah. Database yang dulu disimpan di mana? Siapa yang pegang? Siapa yang berhak melihat, mengubah, atau menghapus data? SOP-nya kurang jelas, jadinya seperti ini,” bebernya.

Jika registrasi yang sekarang masih belum jelas SOP-nya, masyarakat yang akan kerepotan. “Misalnya pemilik kartu meninggal atau nomornya hangus. Harus mengurus ke mana? Siapa yang berhak mengubah data? Ada jaminan tidak dibobol cyber crime atau bocor ke pihak lain?” tanyanya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Jateng, Dadang Soemantri menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai informasi yang mengatakan jika data registrasi nomor HP bakal disalahgunakan. Seperti yang belakangan ini santer disebarluaskan lewat media sosial (medsos) atau messanger, terutama WhatsApps. Seperti untuk keperluan Pilkada, membobol SMS Banking atau M Banking.

“Jangan sampai masyarakat menyebarkan berita bohong atau hoax. Jika tidak yakin kebenaran informasi yang diterima, sebaiknya jangan diteruskan,” ucapnya.

Dia mengimbau agar nomor telepon seluler tetap diregistrasi ulang. Batas waktunya dari 31 Oktober 2017 sampai 28 Februari 2018. Untuk registrasi, caranya sangat mudah. Cukup mengirim SMS ke nomor 4444. Untuk pelanggan baru, tinggal kirimkan NIK#NomorKK#. Sementara untuk pelanggan lama, ketik ULANG#NIK#NomorKK#.

Jika setelah 28 Februari 2018 nomor tersebut belum didaftarkan, nantinya nomor akan otomatis terblokir. Sebab ada kewajiban dari provider untuk memblokir nomor yang tidak jelas. “Berapa nomor yang didaftarkan? Seluruh nomor prabayar yang kita miliki wajib didaftarkan. Informasi ini nantinya akan langsung masuk Kemenkominfo, ini milik siapa. Sehingga jika terjadi sesuatu akan gampang mencarinya,” tegasnya. (amh/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here