33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Angkat Potensi Desain Komunikasi Visual

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Lulusan jurusan atau program studi desain komunikasi visual (DKV) memiliki tantangan yang besar dalam dunia kerja. Padahal peluang dalam dunia kerja terbuka lebar. Mereka pun unjuk gigi dalam acara Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis Indonesia (KMDGI) di UTC Hotel, Kamis (2/10).

Ketua Panitia Acara KMDGI, Stefanus Agusta Cahyandra mengatakan acara yang digelar dua tahunan tersebut diisi dengan berbagai acara seperti workshop dengan mengundang 20 pembicara profesional di bidang desain dan komunikasi visual. Selain itu juga digelar pameran karya video dan instalasi terkait DKV, exhibition serta screening. “Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiwa DKV se-Indonesia. Disini kita juga melakukan diskusi hingga memamerkan karya, total saat ini ada 47 karya yang dipamerkan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menerangkan saat ini adalah kesempatan mahasiswa DKV untuk unjuk gigi di dunia kerja. Pasalnya potensi yang ada sangat besar, terlebih masuk dalam pasar bebas yang membuat peluang cabang karya dari jurusan DKV bisa bersaing. “Kreativitas kita saat ini dibutuhkan untuk bersaing dalam bekerja, atau bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri dengan mewujudkan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Sementara itu, Prasetyo Reza salah satu peserta pameran dari Jurusan DKV Stikom Surabaya mencoba mengangkat potensi kuliner yang ada di kawasan Dolly. Kawasan bekas lokalisasi tersebut sangat jarang dikunjungi wisatawan karena image negatif yang selama ini terlanjur melekat. “Kami coba gambarkan toples kerupuk berkuran besar yang di dalamnya adalah makanan. Disitu kami gambarkan semua proses pembuatan kuliner disana. Harapannya tentu image negatifnya bisa hilang,” tambahnya.

Menurut dia, desain toples kerupuk khas warteg yang diusung bisa menggambarkan citra kuliner, Di dalam toples kerupuk tersebut, pengunjung pun bisa melihat proses pembuatan kuliner yang ada di kawasan Dolly yang sangat higienis dan sehat. “Dengan diangkatnya UMKM disana, kami harap angka prostitusi di Dolly tidak akan tumbuh kembali, karena warga punya penghasilan tetap,” tandasnya. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

BBWS Siapkan Pembongkaran Bangunan Eksisting

SEMARANG-Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana saat ini sedang melakukan inventarisasi untuk memersiapkan pembongkaran dan rekonstruksi bangunan eksisting yang terkena dampak pembangunan normalisasi...

Dua Kelas Roboh Tertimpa Longsor 

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Dua ruangan kelas SDN 2 Bringinsari, Kecamatan Sukorejo rusak parah akibat terimpa tanah longsor. Tidak ada korban jiwa, tapi akibat bencana...

Bukti Masyarakat Tak Takut Teroris

Kita tidak boleh takut dengan aksi teror. Harus kita lawan dengan segala kemampuan yang kita miliki. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –...

Ekonomi Melemah, Penjualan Properti Stagnan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebagian besar pengembang masih mematok target yang sama dengan tahun lalu. Target tersebut berdasarkan perkembangan sektor properti di tahun lalu yang...

Tetes Darah Peringati Peristiwa Lengkong

MAGELANG – Mengenang Peristiwa Lengkong di Tangerang yang terjadi 25 Januari 1946, sekitar 200 taruna/taruni Akademi Militer (Akmil) Magelang menyumbangkan darahnya. Kegiatan ini merupakan...

Puasa di Bulan Muharram

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Bapak DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan Allah SWT. mau tanya, belakangan ini banyak...