Ada Utang, IGN Digugat Pailit

154

SEMARANG – Puluhan kreditur PT Industri Gula Nusantara (IGN) Cepiring Kendal menggugat pailit dalam sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang, pada Jumat (3/11).

Gugatan tersebut dilayangkan karena perusahaan gula tersebut diketahui memiliki tanggungan hutang hingga ratusan miliar. Dalam sidang perdana beragendakan verifikasi hutang antara kreditur dengan debitur, hakim pengawas, Dewa Ketut Kartana meminta kedua belah pihak bersengketa mengedepankan perdamaian.

“Kedua belah pihak harus duduk bersama untuk solusi terbaik. Pikiran pailit harus dihilangkan dan berfikir bagaimana perkara ini bisa diselesaikan dengan cara perdamaian,”kata Dewa sembari membuka sidang.

Sedangkan, Pengurus PKPU, Khairul Anwar menjelaskan, agenda tersebut bertujuan untuk mencocokkan hutang antara kreditur dengan debitur agar valid. Ia mengatakan, dalam verifikasi hutang tersebut, jumlah kreditur sebanyak 24 kreditur, dengan total tagihan hingga ratusan miliar.

Untuk sidang agenda selanjutnya, lanjut Khairul, akan kembali digelar pada 9 November mendatang dengan agenda rapat kreditur membahas proposal perdamaian. Dalam sidang tersebut dikatakannya pihak debitur akan melayangkan proposal perdamaian.

“Nanti akan dibahas dalam sidang itu. Intinya semua pihak sebenarnya ingin menyelesaikan permasalahan ini secara baik-baik,” sebutnya.

Sedangkan, Direktur Utama PT IGN, Slamet Purwadi mengatakan, bahwa semua pihak ingin damai, dengan demikian mengiginkan perusahaannya bisa hidup terus dan bekerja. Menurutnya dibalik perusahaan itu ada kepentingan untuk menjaga penghidupan bagi orang banyak. Ia juga mengatakan, jiwa positif itulah yang menjadi dasar dalam menghadapi gugatan PKPU tersebut.

“Upaya perdamaian adalah hal yang terbaik yang akan diperjuangkan. Bagaimanapun demi penghidupan orang banyak kami berusaha semua pihak menahan diri. Kami upayakan perdamaian dalam kasus ini agar perusahaan tetap beroperasi,” ungkapnya.

Bahkan ia mengaku sedang berupaya mencari suntikan dana dari pihak investor. Menurutnya, dana dari investor itulah yang akan digunakan untuk menyelamatkan perusahaan, baik untuk melunasi hutang kreditur ataupun untuk modal perusahaan agar berjalan normal.

“Sudah ada yang mau berinvestasi, tapi masih banyak yang perlu dikaji ulang. Akan terus kami upayakan mencari investor agar perusahaan ini selamat,” sebutnya. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here