Ribuan Warga Berburu Ikan Bendungan

145
MELIMPAH : Ribuan warga yang ada di sepanjang Sungai Sragi saat berebut ikan dari bedahan bendungan Gembiro, kemarin (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang).
MELIMPAH : Ribuan warga yang ada di sepanjang Sungai Sragi saat berebut ikan dari bedahan bendungan Gembiro, kemarin (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang).

KAJEN – Ribuan warga Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya, berbondong-bondong  menangkap ikan di sepanjang aliran Sungai Sengkarang. Mulai dari Kesesi hingga Sepait Siwalan. Mengingat air di sungai tersebut surut akibat air bendungan Gembiro disalurkan ke Sungai Sragi, untuk menyambut musim tanam.

Dalam hitungan menit, tak sedikit orang  sudah mendapatkan ikan seberat 2 kilogram. Maklum, banyak ikan yang berada di tepi sungai. Sehingga dengan mudah ditangkap.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Mukaromah Syakoer, mengungkapkan bahwa kegiatan membuka pintu bendungan air Gembiro di Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, merupakan tradisi warga yang dilakukan sejak zaman Belanda, dan dapat dijadikan sebagai destinasi wisata bagi masyarakat.

“Saat pembukaan bendungan atau bedahan, dirangkaikan dengan kegiatan masyarakat seperti tari tarian, drumband, festival kuliner tradisional dan lain lain. Hari ini puncaknya acara pembukaan pintu bendungan Gembiro,” ungkap Mukaromah.

Mukaromah juga mengatakan bahwa bendungan Gembiro merupakan peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1930. Bendungan tersebut salah satu penunjang suplai air pertanian di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kesesi, Sagi dan Bojong.

Menurutnya dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan dan memaksimalkan pemanfaatan sungai bulan Mei lalu, pemkab telah menebar 60 ribu bibit ikan di bendungan Gembiro. Ketika sudah besar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Bedahan ini dilakukan setahun sekali, untuk mengairi pertanian warga dan untuk pemanfaatan sungai sebagai penghasil ikan. Sehingga ikannya bisa dikonumsi atau dijual, sebagai tambahan pendapatan,” kata Mukaromah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Taru, Wahyu Kuncoro, menegaskan bahwa tujuan pembukaan pintu bendungan ini untuk membersihkan aliran sungai dari endapan lumpur yang berasal dari hulu sungai. Disamping itu, kegiatan ini dalam rangka menyambut masa musim penghujan, agar aliran air menjadi lancar disamping sebagai musim tanam yang ke tiga pada beberapa kecamatan.

“Dan dengan surutnya air kita dapat mengontrol kerusakan saluran air secara jelas dan nantinya mampu mengairi persawahan wilayah kesesi Bojong dan Sragi,” tegas Wahyu. (thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here