Residivis Culik Adik Ipar

156
NEKAT: Dua pelaku pelarian gadis di bawah umur dibekuk anggota Satreskrim Polres Batang (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).
NEKAT: Dua pelaku pelarian gadis di bawah umur dibekuk anggota Satreskrim Polres Batang (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).

BATANG ā€“ Dua pelaku pelarian gadis di bawah umur dibekuk anggota Satreskrim Polres Batang. Pelaku dibekuk di Perumahan Transmigrasi, Desa Satai Lestari, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Sabtu (28/10)

Pelaku berinisial DS, warga ber KTP Desa Sukamakmur, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara yang asli Kandeman Kabupaten Batang. Dia nekat membawa lari adik iparnya NA,16, dan dibawa ke daerah transmigran di Kalimatan.

Niatan membawa kabur, lantaran DS menaruh hati pada NA, yang sempat hidup satu atap selama iga bulan. NA merupakan adik dari istri DS (adik ipar).

Dalam melakukan aksinya, pelaku DS dibantu BP warga Dukuh Bleder RT 03 RW 04 Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. BP merupakan kernet truk DS. Kedua tersangka saat ini harus mendekam di Mapolres Batang.

Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga melalui Kasatreskrim AKP Eko Mahrudin, mengungkapkan, pihaknya langsung melakukan pencarian setelah keluarga korban melapor kehilangan anaknya pada tanggal 24 Oktober 2017. Hingga akhirnya ditemukan di Perumahan Transmigrasi, Desa Satai Lestari, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara

Atas perbuatannya, tersangka yang ternyata mantan residivis pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal ini, akan dijerat dengan pasal 83 Undang-Undang nomor 35, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dihadapan petugas, tersangka mengakui membawa kabur korban karena jatuh cinta dengan korban, setelah 3 bulan serumah. ā€œSaya khilaf pak, karena suka dengan NA, karena hidup serumah selama 3 bulan bersama,ā€ ujarnya.

Pelaku juga mengaku sudah beberapa kali melakukan hubungan badan dengan korban. Dan pelaku mengaku keduanya sama-sama jatuh hati, sehingga nekat pergi jauh ke Kalimantan ke rumah kelaurga pelaku untuk hidup bersama.

Untuk membiayai pelarian selama 5 hari, pelaku mengaku menjual kendaraan motornya sebesar Rp 6 juta dan perhiasan korban sebesar Rp500 ribu. Uang hasil penjualan digunakan untuk biaya perjalanan 3 orang dan membayar kontrakan selama di Kalimantan. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here