Peras Kades, 3 Oknum Wartawan Dipolisikan 

205
RESAHKAN KADES: Dua dari tiga oknum wartawan yang memeras Kades di Kabupaten Batang, saat diperiksa di Satreskrim Polres Batang, Rabu malam (1/11) (Lufie Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).
RESAHKAN KADES: Dua dari tiga oknum wartawan yang memeras Kades di Kabupaten Batang, saat diperiksa di Satreskrim Polres Batang, Rabu malam (1/11) (Lufie Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).

BATANG – Tiga orang yang mengaku wartawan dari media tabloid mingguan Mitra Pos, digelandang ke Sat Reskrim Polres Batang. Mereka di bawah oleh perkumpulan Kepala Desa (Kades) se Batang Sang Pamomong, akibat terlalu sering memeras Kades.

“Kami masih mendalami kasus dugaan pemerasan itu. Saat ini, tiga oknum wartawan masih kita periksa. Jika dalam pemeriksaan nanti ditemukan ada unsur pemerasan maka akan kami tindak tegas,” kata Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga, Kamis (2/11).

Dijelaskan Kapolres, ketiga oknum wartawan tersebut mengaku dari media tabloid mingguan Mitra Pos yang berkantor di Semarang. Mereka bernama Titik Menah, Wardi alias Gondes, dan Abdul Basit.

Ketiga oknum wartawan dan para saksi dari Kades maupun pengurus sang Pamomong masih dimintai keterangan oleh petugas, hingga Kamis dini hari (2/11). Jika dalam pemeriksaan nanti tiga oknum wartawan terbukti melakukan pemerasan maka akan dikenakan pasal 368 KUHP tentang Pemerasan.

“Saat ini kami masih mendalami kasus itu, termasuk akan menanyakan status tiga oknum wartawan pada Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kades “Sang Pamomong” Kabupaten Batang, Achmad Royikin mengatakan, keberadaan tiga oknum wartawan tersebut selama ini sudah banyak meresahkan para kades di wilayah Kabupaten Batang.

Bahkan kata dia, ketiga oknum setiap datang ke balai desa atau ke rumah kades bertujuan mengintervensi masalah pengelolaan dana desa dan prona. Tapi ujung ujungnya, tiga oknum wartawan tersebut minta uang bahkan ada unsur memeras pada para kades.

“Mereka selalu tanya-tanya dana desa dan Prona, bahkan minta data SPJ sampai kuitansi kegiatan ditanyakan. Jika tidak diancam akan diberitakan,” katanya. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here