Pentingnya Penguatan Pendidikan Karakter bagi Siswa

107
Oleh: Heni Widiyanti, S.Pd.
Oleh: Heni Widiyanti, S.Pd.

PENDIDIKAN memang tak lepas dari makna dan definisi. Dalam dunia pendidikan, banyak sekali istilah-istilah yang dipakai dan memerlukan pembahasan mengenai hal definisi atau pengertiannya. Menurut UU Sisdiknas, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Istilah karakter dihubungkan dan dipertukarkan dengan istilah etika, akhlak dan atau nilai dan berkaitan dengan kekuatan moral, berkonotasi positif, bukan netral. Sedangkan karakter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Dengan demikian, karakter adalah nilai-nilai yang unik-baik yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku. Karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olahraga seseorang atau sekelompok orang.

Penguatan   pendidikan karakter (character education) dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain, berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obat terlarang, pornografi, dan perusakan milik orang lain, menjadi masalah sosial yang hingga kini belum teratasi secara tuntas. Oleh karena itu, betapa  pentingnya pendidikan karakter  terutama dilingkungan sekolah.

Hadirnya pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting, karena perubahan perilaku peserta didik (sebagai hasil dari proses pendidikan karakter) sangat ditentukan oleh faktor lingkungan ini. Dengan kata lain, pembentukan dan rekayasa lingkungan yang mencakup diantaranya lingkungan fisik dan budaya sekolah, manajemen sekolah, kurikulum, pendidik, dan metode mengajar.

Pembentukan karakter melalui rekayasa faktor lingkungan dapat dilakukan melalui strategi : keteladanan, intervensi, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan penguatan. Dengan kata lain, perkembangan dan pembentukan karakter memerlukan pengembangan keteladanan yang ditularkan, intervensi melalui proses pembelajaran, pelatihan, pembiasaan terus-menerus dalam jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan penguatan, serta harus dibarengi dengan nilai-nilai luhur.

Nilai Etis

Pendidikan karakter sesungguhnya didasarkan pada enam nilai-nilai etis, bahwa setiap orang dapat menyetujui nilai-nilai yang tidak mengandung politis, religius, atau bias budaya. Beberapa hal di bawah ini yang dapat kita jelaskan untuk membantu siswa memahami enam pilar pendidikan berkarakter, yaitu sebagai berikut :

Pertama, kepercayaan (trustworthiness). Jujur, jangan menipu, menjiplak atau mencuri, jadilah handal – melakukan apa yang kita katakan kita  akan melakukannya, minta keberanian untuk melakukan hal yang benar, bangun reputasi yang baik, patuh – berdiri dengan keluarga, teman dan negara.

 Kedua, respek (recpect). Bersikap toleran terhadap perbedaan, gunakan sopan santun, bukan bahasa yang buruk, pertimbangkan perasaan orang lain, jangan mengancam, memukul atau menyakiti orang lain, damailah dengan kemarahan, hinaan dan perselisihan.

 Ketiga, tanggung jawab (responsibility). Selalu lakukan yang terbaik, gunakan kontrol diri, disiplin, berpikirlah sebelum bertindak – mempertimbangkan konsekuensi, bertanggung jawab atas pilihan anda.

Keempat, keadilan (fairness). Bermain sesuai aturan, ambil seperlunya dan berbagi, berpikiran terbuka; mendengarkan orang lain, jangan mengambil keuntungan dari orang lain, jangan menyalahkan orang lain sembarangan.

Kelima, peduli (caring). Bersikaplah penuh kasih sayang dan menunjukkan anda peduli, ungkapkan rasa syukur, maafkan orang lain, membantu orang yang membutuhkan.

Keenam, kewarganegaraan (citizenship). Menjadikan sekolah dan masyarakat menjadi lebih baik, bekerja sama, melibatkan diri dalam urusan masyarakat,  menjadi tetangga yang baik, mentaati hukum dan aturan, menghormati otoritas, melindungi lingkungan hidup.

Keberadaan pendidikan karakter penting bagi  Indonesia, karena pendidikan karakter akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan menghormati dan sebagainya.

Akhirnya, pendidikan karakter akan melahirkan pribadi unggul, yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif saja, namun memiliki karakter yang mampu mewujudkan kesuksesan. Karena berdasarpenelitian di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis dan kognisinya (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here