Pelatihan Atasi Diare Anak 

124
KEMITRAAN : Pelatihan keperawatan bagi anak diare oleh dosen Fikes UM Magelang kepada para perawat RST Dr Soedjono (IST).
KEMITRAAN : Pelatihan keperawatan bagi anak diare oleh dosen Fikes UM Magelang kepada para perawat RST Dr Soedjono (IST).

MAGELANG— Angka penderita diare di Magelang dinilai sangat tinggi. Di RST Dr Soedjono Magelang dalam setahun penyakit membahayakan ini menginfeksi 439  orang.

Keprihatinan tersebut mendorong dua dosen S1 Keperawatan Fikes UM Magelang untuk melakukan Program Kemitraan Universitas (PKU) bagi perawat RST dr Soedjono Magelang dalam pemberian asuhan keperawatan pada anak diare. Keduanya adalah Ns. Septi Wardani, MKep dan  Ns. Reni Mareta, MKep.

Septi mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan peran perawat dalam asuhan keperawatan anak diare. Juga untuk meningkatkan peran perawat dalam pemberian asuhan keperawatan anak diare. Disamping itu juga agar terdapat kegiatan pelatihan diare (KPD) pada ruang anak.

Septi menambahkan, sebanyak 18 perawat yang berasal dari tujuh  ruangan di RST dr Soedjono Magelang mengikuti kegiatan yang diadakan dari bulan Agustus hingga November tersebut. “Kegiatan yang dilakukan  yakni pretest, sosialisasi berupa penyampaian hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya. Pemberian pelatihan tentang peran perawat dalam pemberian asuhan keperawatan pada anak diare dengan menerapkan lima langkah tuntaskan diare (lintas). Serta  praktik pengkajian diare dan penilaian derajar dehidrasi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, peserta juga mengikuti  post-test untuk mengetahui hasil kegaitan tersebut. Dari hasil post-tes diketahui bahwa pengetahuan perawat tentang peran perawat dalam asuhan keperawatan anak diare mengalami peningkatan sebanyak 77,78 persen.

Selain itu Septi dan Reni juga mengadakan KPD di ruang anak. Pendampingan perawat anak dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak diare, serta evaluasi penerapan lintas diare pada pemberian asuhan keperawatan anak diare.

Septi berharap, kegiatan PKU tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perawat, rumah sakit, keluarga dan masyarakat.

Perawat dapat melaksanakan perannya dengan lebih optimal dan rumah sakit akan meningkatkan pelayanan kepada klien dan keluarga serta akan menghemat biaya perawatan anak. Sukeni, salah satu perawat yang menjadi peserta kegiatan  mengatakan, kegiatan pengabdian tersebut sangat bermanfaat. (vie/sct/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here