Laga Perdana Lawan Persebaya

187
BAKAL SENGIT: Pemain PSIS Sholihul Islam duel dengan pemain Persita Tangerang di Babak 16 Besar Liga 2, lalu. Di Babak 8 Besar, PSIS akan melakoni laga perdana melawan Persebaya Surabaya (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BAKAL SENGIT: Pemain PSIS Sholihul Islam duel dengan pemain Persita Tangerang di Babak 16 Besar Liga 2, lalu. Di Babak 8 Besar, PSIS akan melakoni laga perdana melawan Persebaya Surabaya (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG- Duel sengit bakal langsung terjadi pada laga pembuka Grup Y Babak 8 Besar Liga 2. Tim PSIS Semarang akan bentrok melawan musuh bebuyutan, Persebaya Surabaya, pada laga pembuka yang akan digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jumat (10/11) mendatang. Raihan poin di laga perdana cukup penting bagi kedua tim untuk menentukan langkah mereka lolos ke babak semifinal kompetisi kasta kedua di Indonesia itu.

General Manager (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto, mengakui, laga perdana melawan Persebaya bakal menjadi laga yang ketat bagi tim berjuluk Mahesa Jenar ini.

“Jadwal sudah kami terima tadi sore (kemarin, Red). Yang jelas apapun keputusannya, kami harus siap. Dan tidak ada masalah meskipun kami bertemu dengan Persebaya di laga perdana,” kata Liluk kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Setelah melawan Persebaya, PSIS hanya mendapatkan jeda dua hari sebelum melakoni laga kedua melawan Mojokerto Putra pada Senin (13/11). Kemudian laga pamungkas babak delapan besar versus PSPS Riau pada Kamis (16/11).

“Laga perdana cukup penting bagi kami, karena kalau berhasil meraih poin, tentu mental bertanding anak-anak akan meningkat. Makanya sebisa mungkin kami harus bisa meraih poin atas Persebaya,” sambung Liluk.

Terkait dengan venue delapan besar, Liluk menambahkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan memindah venue Grup Y ke Stadion Wibawa Mukti Cikarang. Dan pertandingan Grup X akan digelar di Stadion Patriot Bekasi.

“Padahal pada temu teknik Grup Y diputuskan di Patriot dan Grup X di Wibawa Mukti. Tapi sekarang malah dibalik, padahal kami sudah persiapan ke Patriot, termasuk penginapan tim juga harus dipindah,” katanya.

Di sisi lain, head coach PSIS, Subangkit, terus mempersiapkan tim secara intensif. Pelatih asal Pasuruan itu masih mematangkan komposisi utama yang diproyeksikan turun di delapan besar.

“Secara skema tidak ada perubahan. Hanya kami harus siapkan beberapa alternatif komposisi pemain, karena delapan besar besok akan memainkan home tournament, jadi kami harus benar-benar siap,” ujar Subangkit.

Subangkit juga masih menunggu kondisi gelandang Mahesa Jenar, M Yunus, yang masih dalam pemulihan cidera hamstring. ”Secara tim kami butuh Yunus, namun kalau kondisinya belum memungkinkan ya kami harus memaksimalkan pemain yang ada. Dan saya kira tidak ada masalah,” katanya. (bas/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here