Jangan Lupakan Peran Pesantren

128
KEBANGSAAN: Suasana sarasehan kebangsaan dengan tema Melawan Amnesia Sejarah dan Resolusi Jihad Sebagai Pengetahuan Semangat Bangsa di Pondok Pesantren Al Falah, Grogol, Selasa (31/10) malam (IST).
KEBANGSAAN: Suasana sarasehan kebangsaan dengan tema Melawan Amnesia Sejarah dan Resolusi Jihad Sebagai Pengetahuan Semangat Bangsa di Pondok Pesantren Al Falah, Grogol, Selasa (31/10) malam (IST).

SALATIGA – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Salatiga menyelenggarakan sarasehan kebangsaan dengan tema Melawan Amnesia Sejarah dan Resolusi Jihad Sebagai Pengetahuan Semangat Bangsa. Sarasehan tersebut mendatangkan KH Agus Suyoto yang dilaksanaan di Pondok Pesantren Al Falah, Grogol, Kota Salatiga, Selasa (31/10) malam.

Ketua Cabang PMII Kota Salatiga M Arfan mengatakan, sejarah bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran kiai dan santri. Perlu para ulama dan santri dalam merebut dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sangatlah nyata. Bahkan, sampai hari ini para santri tetap siap dan solid untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal serta mempertahankan NKRI.

“Kami sadari peranan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sangatlah nyata. Bahkan setelah merdeka sampai hari ini santri tetap siap untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal NKRI,” kata Arfan.

Agus Suyoto menjelaskan, pendidikan di masa lalu dimulai dari pesantren, sebelum munculnya belajar di sekolah buatan Belanda. “Pendidikan pesantren sudah ada jauh sebelum pendidikan formal/sekolah, hal tersebut dibuktikan para pendahulu seperti Pangeran Diponogoro yang mendalami pendidikannya di dalam pesantren,” kata Agus.

Sedangkan resolusi jihad dimunculkan pertama kali oleh KH Hasyim Asy’ari sebagai perlawanan terhadap Belanda ketika akan menghancurkan Surabaya. “Nah, dengan demikian marilah kembalikan peranan pesantren di masyarakat, gerakan kembali tradisi pesantren seperti tahlil, dan sebagainya. Hal tersebut tentunya akan menjadi landasan utama di dalam memperkuat Islam Nusantara dari gangguan penyebaran Islam modern,” katanya. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here