Inisiasi Diklat Damkar Mandiri

Bupati Magelang Raih Penghargaan Kemendagri

91
TERIMAKASIH: Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Drs Eko Subowo MBA menyerahkan penghargaan kepada Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP (HUMAS PEMKAB MAGELANG).
TERIMAKASIH: Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Drs Eko Subowo MBA menyerahkan penghargaan kepada Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP (HUMAS PEMKAB MAGELANG).

MUNGKID—Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP kembali meraih penghargaan. Kali ini, penghargaan diperoleh dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas insiatif penyelenggaraan Diklat Damkar Kualifikasi Pemadam I, dengan pendanaan bersumber dari APBD tahun 2017.

Penghargaan diserahkan oleh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Drs Eko Subowo MBA kepada Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Salaman Kabupaten Magelang, kemarin. Penghargaan diberikan bersamaan dengan Diklat Damkar Mandiri yang diselenggarakan oleh Pemkab Magelang.

Eko Subowo mengatakan, penghagraan yang ditandatangani oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada Pemkab Magelang. Sebab, Pemkab Magelang merupakan salah satu daerah yang berani menginisiasi pelaksanaan pelatihan Damkar.

Menurutnya, selama ini tidak banyak pemerintah daerah yang menyelenggarakan Diklat secara mandiri dengan APBD. Pelatihan banyak digelar oleh Kemendagri. Sedangkan pemerintah daerah hanya mengirimkan peserta.

“Padahal, pelatihan dasar ini sangat penting untuk memberikan bekal dan pemahaman kepada para petugas pemadam kebakaran,” kata Eko.

Menurut Eko, urusan pemadam kebakaran menjadi hal yang sangat penting, bahkan wajib. Hal itu sesuai amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Salah satunya, terkait dengan kebakaran. Karena itu, ia mewacanakan untuk membangun sekolah khusus pemadam kebakaran.

“Bencana dan kebakaran telah menjadi urusan wajib terkait pelayanan dasar Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelengaraan urusan dimaksud, sesuai pasal 12 ayat (1) UU 23/2014.”

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengapresiasi penghargaan yang diberikan oleh Kemendagri. Menurut Bupati Zaenal, Pemkab berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan wajib, utamanya urusan kebencanaan. Apalagi, sudah tertuang dalam pasal 5 UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Pemkab Magelang, beber Bupati Zaenal, menargetkan 13 lokasi manajemen kebakaran. Target itu akan dicanangkan hingga 2024. Secara bertahap, pada 2019 harus terpenuhi tujuh lokasi manajemen kebakaran. “Sampai saat ini sudah ada lima titik wilayah manajemen kebakaran, mulai Grabag, Bandongan, Salaman, dan Tegalrejo. Akhir tahun nanti, akan kita tambah satu titik di Kecamatan Salam,” papar bupati.

Bupati Zaenal mengatakan, pihaknya juga terus berupaya memperbaiki sistem kebencanaan, termasuk pemadam kebakaran. Pegawai Damkar yang merupakan tenaga harian lepas non-PNS, diberikan gaji sesuai dengan UMK. Plus, uang makan. Juga diberikan asuransi bagi keluarganya.

Kepala UPT Damkar Kabupaten Magelang Heri Prawoto mengatakan, Diklat Damkar Kualifikasi Pemadam I diikuti 100 peserta. Semuanya petugas Damkar Kabupaten Magelang.

Dalam pelatihan ini, peserta diberikan materi tentang kebakaran, penyelamatan korban dan lain-lain. Selain materi kelas, juga diajarkan praktik di Rusunawa untuk mengantisipasi kebakaran. “Instruktur merupakan pilihan dari kementrian dalam negeri yang sudah profesional dalam hal kebencanaan utamanya kebakaran.” (hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here