33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Disperindag Sidak Produsen Mainan Anak

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah industri mainan anak terkait kualitas Standar Industri Nasional (SNI). Jika tidak lolos SNI, bisa dipastikan produk tersebut berbahaya karena mainan anak sarat dengan bahan kimia.

Mainan anak, terutama untuk di bawah usia 3 tahun, harus dipastikan aman dari bahan kimia berbahaya. Pasalnya, anak di bawah 3 tahun kerap menggigit mainan. Jaminan keamanan itu bisa lewat SNI untuk memastikan bahan baku yang digunakan, aman untuk anak.

Disperindag Jateng mendatangi salah satu industri mainan anak di LIK Bugangan, Kaligawe, Semarang, Kamis (2/11) siang. Di pabrik yang memproduksi mainan anak berupa bola dan balon aneka bentuk dari plastik.

Pemilik pabrik, Muhammad Sahlan mengaku telah mengantongi SNI untuk semua jenis produksinya. Dia pun bisa memperlihatkan semua sertifikat SNI kepada petugas Disperindag Jateng yang tengah melakukan sidak.

“Saya tidak berani kalau tidak SNI. Saya sadar, mainan plastik ini mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi anak kalau tidak sengaja masuk mulut,” terangnya.

Dia mengakui, untuk bisa mendapatkan stempel SNI, butuh bahan baku kualitas tinggi. Praktis, ongkos produksinya pun lebih mahal. Padahal dua tahun terakhir ini, permintaan mainan anak merosot drastis.

Untuk menyiasati keterpurukan penurunan omzet itu, Sahlan kekeuh tidak menurunkan kualitas. Dia tetap menjaga sertifikasi SNI di setiap jenis produksinya. “Hanya ukuran yang dikurangi. Yang tadinya mungkin diameter 10 sentimeter, jadi 8 sentimeter. Untuk memangkas ongkos produksi tanpa menurunkan kualtias,” bebernya.

Kepala Seksi Standarisasi Industri Disperindag Jateng, Noer Aziz mengakui, SNI memang membengkakkan ongkos produksi. Sebab, bahan baku yang digunakan, harus sesuai dengan standar kualitas minimal. Tapi itu memang wajib dipegang pengusaha agar produksi dalam negeri berdaya saing tinggi.

“Itu sesuai Undang Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, serta Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 24 Tahun 2013 tentang Pemberlakukan SNI wajib untuk mainan anak,” tegasnya. (amh/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

UM Magelang Dampingi Kelola Keuangan BUMDes

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Tata kelola keuangan yang benar menjadi salah satu prasyarat untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang baik pada level unit usaha. Termasuk...

Pedagang Ikan Basah Diizinkan di Pasar Lama

SEMARANG - Nasib para pedagang grosir ikan basah Pasar Rejomulyo atau Pasar Kobong masih menunggu keputusan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Dari 66 pedagang...

Sebanyak 74 Tim Ikuti Kontes Robot Indonesia

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kontes robot Indonesia (KRI) tingkat nasional kembali digelar oleh Direktorat Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan...

Beri Diskon 21 Persen Bagi Wanita

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Main Dealer Astra Motor Jateng memberikan diskon khusus bagi wanita sebesar 21 persen untuk servis gratis...

APG 2018 Mainkan 18 Cabor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pesta olahraga bergengsi Asia bagi atlet difabel yaitu Asian Para Games (APG) 2018 sudah siap digeber. Tim Indonesia Asian Para Games...

Ajak Diabetisi Gemar Beraktivitas Fisik

SEMARANG - Puluhan warga dari berbagai wilayah di Kota Semarang, Senin (18/12) mengikuti senam khusus bagi penderita diabetes atau kencing manis. Senam yang berlangsung...