Disopiri Wanita Mabuk, Jazz Tabrak Ambulans

Balita Penumpang Ambulans Selamat

510
GRAFIS: TIO/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: TIO/JAWA POS RADAR SEMARANG

SEMARANGKecelakaan dramatis terjadi di perempatan Jalan Pemuda, dekat Pasaraya Sri Ratu Pemuda. Mobil Honda Jazz yang disopiri Rahayu Pujianti, 25, yang diduga mabuk, menabrak mobil ambulans RSUD RA Kartini Jepara yang membawa pasien balita bersama ibunya. Saking kerasnya tabrakan, menyebabkan mobil ambulans terguling hingga dua kali. Beruntung, Abidzar Rasya Ubaidillah, pasien berusia 2 bulan bersama ibunya dan sopir ambulans selamat dari maut. Ketiganya, hanya mengalami luka-luka.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kecelakaan itu terjadi Kamis (2/11) dini hari. Bermula saat mobil ambulans melaju dari arah Pasar Johar menuju ke arah Jalan Pemuda.  Namun saat melintas di perempatan Sri Ratu, dari arah Jalan Gajahmada meluncur Honda Jazz bernopol B 1621 PFX warna putih yang dikemudikan Rahayu Pujianti, melaju lurus ke arah Jalan Pandansari.
“Persis di  tengah-tengah situ, dua mobil itu bertabrakan. Honda Jazz itu menghantam bagian tengah samping kiri mobil ambulans,” ungkap warga sekitar, Heru Pratono, di lokasi kejadian.

Saking kerasnya hantaman, mengakibatkan mobil ambulans tersebut terdorong dan terguling. Bahkan, menurut informasi yang diperolehnya, mobil ambulans tersebut terguling dua kali.

“Mobil ambulans terdorong kencang hingga terguling dua kali. Kalau mobil Jazznya tidak apa-apa, hanya rusak di bagian depannya saja,” ujarnya.
Beruntung, dalam kecelakaan tersebut, sopir ambulans serta pasien dan ibu pasien selamat. “Ibu dan bayi yang sedang sakit berada di dalam ambulans termasuk sopirnya ditolong warga sekitar. Ketiganya dikeluarkan dari mobil, lalu dilarikan ke RSUP dr Kariadi,” katanya.

Pengemudi mobil Jazz, dan temannya tidak mengalami luka. Yang mengejutkan, dari pemeriksaan petugas di lapangan, ditemukan tiga botol minuman keras di dalam Honda Jazz.

“Ada dua wanita di mobil Jazz warna putih itu. Kayaknya mereka mabuk. Di dalam mobil ditemukan botol minuman keras. Saat ditanya, keduanya mengaku habis minum (minuman keras, Red),” ujarnya.

Rahayu bersama temannya sebelum dibawa petugas Satlantas Polrestabes Semarang sempat diamankan di Mapolsek Semarang Tengah.  Di hadapan petugas, Rahayu mengaku melajukan mobilnya dengan kecepatan sekitar 40 km/jam.

“Kecepatan paling 40 kurang,” kata Rahayu tanpa merasa bersalah, Kamis (2/11) dinihari.

Perempuan ini mengatakan, sebelum kejadian, dirinya habis makan sempolan di Jalan Pahlawan dan hendak mencari sate. Rahayu mengaku tidak tahu ada ambulans melaju dari arah timur ke barat ketika melintas di persimpangan Sri Ratu.

“Saya dari Jalan Pahlawan, beli sempolan, terus mau cari sate. Sama temenku. Tiba-tiba ada yang nabrak aku, jeder dari sebelah kanan. (mobil) Dia kebalik,” jelasnya.

Rahayu bersikukuh justru mobilnya yang ditabrak oleh ambulans. Namun perempuan itu tidak menjelaskan kondisinya saat mengemudikan mobilnya. Ia hanya meyakinkan jika saat kejadian mobil melaju tidak cepat. “Seandainya aku mabuk pun, aku nggak berani (mengemudi) tho Mas,” ujarnya.

Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Vivi Vira, mengatakan, bayi yang dibawa ambulans nahas itu masih dalam perawatan RSUP dr Kariadi. Beruntung, bayi berusia 2 bulan yang diketahui bernama Abidzar Rasya Ubaidillah itu tidak mengalami luka parah.

“Akibat kecelakaan di Jalan Pemuda, pasien tidak apa-apa. Ibunya juga tidak apa-apa. Sekarang pasien diantar ke ruang rawat inap di HCU,” katanya. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here