Bangkai Kapal Dharma Kencana II Tak Ditemukan

178
BARANG BUKTI: Petugas menurunkan liferaft KMP Dharma Kencana II yang ditemukan pasca terbakar (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BARANG BUKTI: Petugas menurunkan liferaft KMP Dharma Kencana II yang ditemukan pasca terbakar (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG Keberadaan bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Kencana II yang mengalami musibah kebakaran hingga kini tak diketahui rimbanya. Tim pencarian yang melibatkan TNI Angkatan Laut dari KRI Soputan hanya menemukan sebuah dayung dan liferaft atau perahu kecil untuk penyelamat.

Sebelum menemukan dua benda tersebut, KRI Soputan telah melakukan penyisiran mencari bangkai kapal melibatkan KMP Dharma Feri II. Pencarian dimulai sejak Senin (30/10) lalu. “Pada saat pencarian itu, kita bertemu KM Dharma Feri II yang sudah melakukan pencarian, dan tidak menemukan tanda-tanda bangkai kapal. Hanya menemukan jaket satu buah,” ungkap Komandan KRI Soputan 923 Koarmatim Mayor Laut Pelaut Petrus Indra Cahyadi, Kamis (2/11).

Pada saat dilakukan penyisiran mengarah utara, pihak KRI Soputan mendapat laporan adanya benda mengapung warna putih di perairan sebelah selatan lokasi kejadian kurang lebih 5 mil. Setelah didekati dan dideteksi, benda tersebut ternyata sebuah liferaft.

“Lalu kita lakukan sekoci, dan setelah teridentifikasi ternyata kepemilikannya kapal Dharma Kencana II (yang terbakar). Kemudian kita lakukan embarkasi di geladak KRI Soputan. Kita juga menemukan satu buah dayung,” katanya.

Setelah mengevakuasi barang tersebut, penyisiran dilanjutkan dengan metode sirkle dari timur ke barat, selatan ke utara. Pencarian yang dilakukan kurang lebih 1 kali 24 jam ini juga tidak menemukan tanda-tanda bangkai kapal yang terbakar.

“Hasilnya nihil. Tidak menemukan bangkai kapal Dharma Kencana II. Kemudian pada hari Selasa (31/10), kita berkoordinasi dengan Lanal dan menyerahkan temuan ini,” ujarnya.

Ketua Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Pdt Dr Capt Djemmy R Sumakud, menjelaskan, ada tahapan-tahapan yang merupakan standar operasi sistem (SOP) ketika melakukan pencarian bangkai kapal. Pantauan yang pertama adalah melihat VTS.

“Ternyata VTS yang dilakukan teman-teman KNKT hari Selasa itu melakukan kerja sama dengan navigasi dan tidak terpantau. Kita juga melakukan kordinasi dengan Semarang radio, dicek antar kapal dan yang melintasi alur itu tidak menemukan apa-apa,” katanya.

Pihaknya tidak berani mengatakan kapal tersebut tenggelam di dasar lautan, dan hanya menjelaskan bangkai kapal tersebut tidak terpantau. “Kita tidak mengatakan secara pasti. Kalau bahasa kami adalah suspek, bangkai kapal ini tidak terpantau. Karena secara riil, kami tidak bisa mengatakan hilang, karena ini juga dilakukan dengan cara survei bawah air, survei laut,” katanya.

Terkait penyebab kebakaran kapal, pihaknya juga belum bisa membeberkan lantaran masih dalam penyelidikan pihak KNKT.  “Penyebab kebakaran itu masih dilakukan pemeriksaan KNKT, ini masih mengumpulkan data awal dulu,” ujarnya.

Barang liferaft dan dayung yang ditemukan tersebut selanjutnya diserahkan ke PT Dharma Lautan Utama (DLU). Secara simbolis barang tersebut diserahkan di atas KRI Soputan, Kamis (2/11) kemarin.

Pihak PT Dharma Lautan Utama, Herman Fajar, mengatakan, tidak mengetahui secara persis keberadaan kapal miliknya yang terbakar. Namun tidak menutup kemungkinan bangkai kapal tersebut tenggelam.

“Logikanya kalau barang yang kecil ditemukan, yang besar tidak ditemukan, artinya barang itu tidak mungkin dicuri orang. Pasti barang itu kemungkinan tenggelam. Tapi kami tidak bisa menentukan titik koordinatnya, karena waktu itu tidak diketahui posisi tenggelamnya. Nanti ada strategi lagi yang kita tindaklanjuti lagi,” katanya.

Pria yang mengaku sebagai manager kapal ini menjelaskan, bangkai kapal tersebut juga telah dicari oleh TNI AL dari Tim KRI Soputan ke mana-mana dan tidak menemukan dan dinyatakan hilang. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan kapal tersebut tenggelam. “Karena tidak mungkin dicuri orang, apalagi bangkai kapal,” terangnya. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here