Ajak Anak Buang Mayat

122

SEMARANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang menjerat tiga pasal sekaligus terhadap Erwin Yogo Cahyono yang nekat membunuh pacarnya sendiri Dewi Astuti. Hal itu disampaikan JPU, Dadang Suryawan dalam berkas dakwaanya di Pengadilan Negeri Semarang.

“Menyatakan terdakwa Erwin bersalah sesuai dengan dakwaan primer Pasal 340 KUHP, dakwaan subsider Pasal 338 KUHP dan dakwaan lebih subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan,”kata JPU Dadang Suryawan usai sidang, Kamis (2/11).

Dadang mengatakan Erwin telah melakukan pembunuhan terhadap pacarnya, Dewi Astuti. Perbuatan tersebut, lanjutnya, dilatarbelakangi rasa cemburu kepada pacar yang menurut terdakwa memiliki selingkuhan. Selain itu, Dewi juga diketahui menggadaikan BPKB motor milik terdakwa dan tidak membayar angsuran sehingga motor milik terdakwa harus disita.

Dadang mengatakan kejadian berawal pada, Selasa 15 Agustus 2017 saat Erwin berada di rumah kontrakannya di Genuk Krajan RT 07 RW 04 Kelurahan Tegalsari didatamgi oleh Dewi Astuti. Erwin yang sebelumnya sudah membeli kantung plastik ‘trashbag’ meminta handphone Dewi Astuti dengan maksud melihat percakapan Dewi. “Namun, Dewi tidak menginzinkannya sehingga Erwin yakin kalau pacarnya selingkuh,” sebutnya.

Namun hingga sekitar pukul 16.30 WIB terjadi pertengkaran mulut antara terdakwa dengan Dewi Astuti. Karena sudah tak dapat menahan emosi, terdakwa akhirnya mendorong Dewi hingga terjatuh ke kasur. Setelah itu, terdakwa langsung membekap Dewi dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya digunakan untuk mencekik leher Dewi. Karena Dewi terus meronta, terdakwa kemudian menindih Dewi. Tak berselang lama, Dewi tewas di tempat.

Setelah memastikan Dewi tewas, terdakwa kemudian melanjutkan duduk dan melihat televisi. Tak berselang lama, anak terdakwa pulang kemudian mandi. Dia tidak menyadari kalau Dewi telah meninggal, dikiranya sedang tidur. Kemudian, pukul 20.30 terdakwa mengajak anaknya keluar mencari makan. Setelah itu, anaknya langsung pergi keluar bermain. Kesempatan itu digunakan oleh terdakwa untuk membungkus mayat Dewi. “Kemudian, terdakwa berniat mengajak anaknya menginap di rumah saudara di daerah Ngaliyan,” katanya.

Dadang juga mengatakan, terdakwa kemudian mengangkat mayat Dewi dan pergi menggunakan motor Honda Vario bersama anaknya. Sesampainya di daerah Pawiyatan Luhur, terdakwa langsung membuang mayat Dewi. Saat itu, lanjut Dadang, terdakwa bermaksud membuka bungkusan plastik, namun karena ada pengendara lain, dia panik dan langsung pergi meninggalkan lokasi. Dia bersama anaknya pergi ke Ngaliyan.

Keesokan harinya, terdakwa pergi sendiri menuju ke tempat saudara lainnya di Jalan Kanguru.  kemudian pada sekitar pukul 09.00 WIB Terdakwa ditangkap oleh anggota Polsek Gajahmungkur. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here