33 C
Semarang
Senin, 1 Juni 2020

800 Balita Kabupaten Pekalongan Alami Gizi Buruk

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

KAJEN – Berdasarkan pemantauan status gizi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pekalongan, sebanyak 3,4 persen bayi dibawah umur lima tahun (balita) mengalami gizi buruk dan 14,4 persen kekurangan gizi atau sebanyak 800 an balita mengalami gizi buruk.

Sebagai upaya meningkatkan gizi balita di Kabupaten Pekalongan, Kamis (2/11) kemarin, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pekalongan bersama Yayasan Amway Peduli melakukan penandatanganan kerjsama. Dalam kegiatan yang dilakukan di aula Setda Pemkab Pekalongan tersebut tersebut juga dilakukan sosialisasi pemberian nutrisi little bits pada balita gizi.

Asisten Administrasi Sekda Pemkab Pekalongan, Bambang Guritno, menjelaskan bahwa salah satu ciri bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan dan produktivitas kerja yang tinggi. Ketiga hal ini dipengaruhi oleh keadaan gizi.

Namun berdasarkan pemantauan status gizi tahun 2016, terdapat 3,4 persen balita dengan gizi buruk dan 14,4 persen gizi kurang atau 800 an balita mengalami gizi buruk.

“Pengaruh kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak janin sampai anak berumur dua tahun. Tidak hanya terhadap perkembangan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif yang dapat berpengaruh terhadap kecerdasan dan ketangkasan berpikir, serta terhadap produktivitas kerja,” jelas Bambang Guritno.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Munafah Asip Kholbihi, mengatakan, untuk menekan angka kematian ibu dan balita, tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi semua pihak.

Menurutnya, akar permasalahan tidak hanya sekadar faktor ekonomi, maupun transportasi saja. Namun salah satu faktor mendasar yang belum sepenuhnya digarap terkait masalah AKI AKB ini adalah besarnya budaya patrilinial untuk mengambil keputusan persalinan.

“Keputusan keluarga terhadap pemeriksanaan ibu hamil sering terlambat, karena masih besarnya kekuasaan suami dan keluarga besar sehingga untuk pemeriksaan, kapan, dan siapa yang membantu persalinan seringkali harus menunggu keputusan dari suami atau keluarga besar,” kata Munafah.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menegaskan bahwa kekurangan gizi akan berdampak pada penurunan kualitas SDM, yang lebih lanjut dapat berakibat pada kegagalan pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan kecerdasan. “Selain itu juga dapat menurunkan produktivitas, meningkatnya angka kesakitan serta kematian,” tegas bupati. (thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Buka Rute Semarang-Makassar

SEMARANG – Maskapai Sriwijaya Air membuka rute baru Makassar-Semarang PP pada 28 April 2017 mendatang. Rute baru itu mengincar pasar kunjungan wisata, bisnis dan...

Sekolah IT Pertama di Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebagai salah satu sekolah swasta unggulan di Semarang, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Harapan Bunda yang bernaung di bawah Yayasan Bakti Ibu (YBI),...

Kembangkan Hidroponik di Ponpes

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sistem bercocok tanam tanpa menggunakan tanah yakni hidpronik saat ini coba dikembangkan oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan PT Indonesia Power...

Tronton Hajar 4 Motor, Satu Tewas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kecelakaan maut melibatkan sebuah truk tronton dengan empat sepeda motor terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan persisnya Traffic Light Simpang Banyumanik, Kamis...

Kurangi Kecepatan, Hindari Makam dan Masjid

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemudik yang mengendarai mobil pribadi mulai memanfaatkan tol fungsional Batang-Semarang. Jumlah kendaraan pemudik terus meningkat pada H-5 Lebaran, Minggu (10/6) kemarin. Meski begitu,...

Wakil Tuan Rumah Sukses Melaju ke Semifinal

MAGELANG - Pemain unggulan tunggal dini putra dan tunggal anak putra Kota Magelang berhasil melangkah ke babak semifinal Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup...