49 Tim Bulutangkis Siap Berlaga

Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD/MI Se-Kota Magelang 2017

181
TERBANYAK: Peserta terbanyak Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD/MI Se-Kodya Magelang tahun 2017 masih didominasi regu putra, mencapai 65 persen lebih (TAUFIQ RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TERBANYAK: Peserta terbanyak Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD/MI Se-Kodya Magelang tahun 2017 masih didominasi regu putra, mencapai 65 persen lebih (TAUFIQ RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

MAGELANG – Sebanyak 49 tim bulutangkis yang terdiri dari 32 tim putra dan 17 tim putri tingkat Sekolah Dasar, siap tampil di ajang kejuaraan Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD/MI se-Kodya Magelang Tahun 2017, yang dilangsungkan mulai hari ini, Jumat (3/11), di GOR Djarum Magelang, Jalan Beringin VI/78, Kota Magelang. Kegiatan yang akan berlangsung hingga Minggu (5/11) mendatang ini, diikuti oleh 30 sekolah SD/MI se-Kota Magelang.

Ketua Umum Pengurus Kota (Pengkot) PBSI Magelang, Sri Kukuh Santoso mengatakan, kejuaraan beregu ini sudah menjadi agenda tahunan. Ajang ini, sebagai kesempatan emas bagi para atlet untuk meningkatkan kemampuan dan prestasinya di olahraga bulutangkis.

“Tahun ini merupakan tahun keenam penyelenggaraan turnamen yang didukung penuh Djarum Foundation. Turnamen khusus untuk sisiwa siswi SD dan MI di Kota Magelang, dan bebas diikuti tim-tim dari seluruh yang ada,” papar Kukuh.

Setiap sekolah, lanjut Kukuh, bebas mengirimkan berapapun regu putra maupun putri, dan satu tim minimal diisi dua pemain. Karena atlet tersebut, turun di pertandingan tunggal dan ganda. Sistem pertandingannya ditentukan dari tiga pertandingan yang dijalani setiap tim sekolah. Yakni laga tunggal pertama, lalu laga ganda dan terakhir laga tunggal kedua. Namun apabila tim sudah berhasil memenangi dua laga awal, tim tersebut otomotis dinyatakan menang dan tidak menjalani laga ketiga tunggal.

“Laga tunggal harus memainkan atlet berbeda. Namun bebas memilih siapa yang bertanding di tunggal pertama atau kedua, asal tiap pemain tidak boleh main tunggal dua kali. Sedangkan pada pertandingan ganda, tiap pemain bisa main. Tim yang membawa 3 pemain sangat diuntungkan karena mereka punya kekuatan lebih untuk menjalani setiap babak pertandingan,” terangnya.

Dibanding 2016, tahun ini jumlah peserta Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD/MI se-Kodya Magelang mengalami penurunan. Kukuh menyayangkan hal ini, karena sebenarnya kesempatan bagus untuk para siswa menimba pengalaman berkompetisi. “Setelah kejuaraan akan kita diskusikan dengan jajaran pengurus PBSI untuk evaluasi kenapa beberapa sekolah tidak mengirim regu bulu tangkisnya,” imbuh Kukuh yang juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah Kars Kedu di kepengurusan Pengprov PBSI Jawa Tengah.

Meski jumlah peserta tahun ini turun, Kukuh tetap optimis kejuaraan tetap berlangsung berkualitas dan meriah. Selain itu, lanjutnya, tahun ini ada perubahan jadwal pertandingan. Biasanya dimulai siang sampai sore atau malam hari, kali ini dimulai pagi sampai siang hari.

“Dengan perubahan waktu bertanding ini juga, kami himbau para peserta nanti dapat didampingi oleh pihak sekolah. Baik guru ataupun kepala sekolah. Bahkan kalau perlu, siswa – siswi yang lain yang bertanding bisa ikut datang untuk mendukung rekan mereka yang bertanding di lapangan,” pungkasnya. (cr3/fiq/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here