2 Asuransi AXA Bergabung

Makin Kuat Garap Pasar Indonesia

213
PENGGABUNGAN AXA: Country AXA Indonesia Paul-Henri Rastoul (tengah) berjabat tangan dengan Presdir AXA Financial Indonesia (AFI) Budi Tampubolon (kedua dari kiri) dan Direktur Yanti Parapat saat pengumuman penggabungan, kemarin (ISTIMEWA).
PENGGABUNGAN AXA: Country AXA Indonesia Paul-Henri Rastoul (tengah) berjabat tangan dengan Presdir AXA Financial Indonesia (AFI) Budi Tampubolon (kedua dari kiri) dan Direktur Yanti Parapat saat pengumuman penggabungan, kemarin (ISTIMEWA).

SEMARANG-Dua entitas perusahaan asuransi global berbasis di Prancis, AXA, melakukan penggabungan usahanya di Indonesia. PT AXA Financial Indonesia (AFI) dan AXA Life Indonesia (ALI) resmi bergabung dan memakai nama AXA Financial Indonesia (AFI).
Penggabungan itu untuk memenuhi ketentuan UU 40 Tahun 2014 tentang Asuransi dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) POJK No 67/2016 terkait pengendalian atau kepemilikan tunggal.

Country CEO AXA Indonesia, Paul-Henry Rastoul, menjelaskan, penggabungan usaha itu menekankan komitmen AXA untuk terus tumbuh di Indonesia. “Ini menandai sebuah langkah kuat dari kami untuk terus meningkatkan pengalaman serta layanan ke nasabah dan bertransformasi untuk menjadi mitra bagi mereka,” ujar Rastoul, Kamis (2/11).

Ia menjelaskan, perusahaan penggabungan baru itu tak hanya memperkuat kehadiran AXA di Indonesia, tetapi juga memperluas jalur distribusi baik keagenan, telemarketing, dan digital. Hal itu akan mendorong perusahaan untuk lebih fokus terhadap kebutuhan nasabah serta menciptakan ruang untuk berinteraksi dengan nasabah.

Dikatakan, dalam penggabungan itu, semua aset ALI serta liabilitasnya akan dialihkan ke AFI. Kepemilikan saham AFI adalah AXA Asia sekitar 91 persen, dan sisanya dimiliki PT Kotak Biru Investama.

Disebutkan, AFI akan dinahkodai Budi Tampubolon selaku Presiden Direktur. Ia didampingi empat anggota direksi, yakni Vincentius Wilianto, Yanti Parapat, Nina Ong, dan Albertus Janto. Sedangkan jajaran komisaris,  Benny Waworuntu (Komut), komisaris Harkie Kosadi, serta dua komisaris independen, yakni Sri Widiarti dan Lindawati Gani. Lalu dua dewan pengawas syariah, yaitu Huzaemah Tahido dan Zainut Tauhid Sa’adi. “Penggabungan ini akan menciptakan peluang-peluang bagi perusahaan untuk melanjutkan pertumbuhan kami di Indonesia,” kata Budi.

Hal tersebut, lanjut Budi, sejalan dengan penerapan nilai customer first atau fokus pada nasabah di tiap jalur distribusi dan proses operasional sehari-hari.

Menurut Budi, penggabungan dua entitas bisnis menjadi AFI yang baru itu tak hanya fokus memperluas jaringan keagenan yang sudah ada, tetapi juga akan mengoptimalkan jalur telemarketing serta investasi dalam inisiatif digital.

Ia menjelaskan, sebelum penggabungan, AFI dikenal kuat di jalur distribusi keagenan, sedangkan ALI kuat di jalur distribusi telemarketing, digital, dan internet.

“Dengan penggabungan ini, AFI baru menjadi salah satu perusahaan asuransi paling lengkap. Nasabah di Indonesia akan mendapatkan lebih banyak pilihan produk inovatif, termasuk produk asuransi tambahan yang lebih menarik untuk menjawab kebutuhan nasabah, ditambah dengan peningkatan layanan nasabah,” paparnya.

Menurut dia, nasabah bisa menikmati layanan tatap muka maupun telemarketing.
Ia yakin, strategi tersebut akan membantu dalam melanjutkan perjalanan transformasi perusahaan dalam memberikan layanan paripurna kepada nasabah.

Budi optimistis AFI baru akan terus mencatat pertumbuhan positif di Indonesia. Sebab, Indonesia memberi banyak ruang bagi AFI untuk terus membangun layanannya di masa mendatang.  Saat ini, AFI memiliki 59 kantor pemasaran di 39 kota di Indonesia dengan total agen dan tenaga pemasar sekitar 14.000 orang. (aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here