Tarif Parkir Tak Sesuai Perda

153
DIKELUHKAN: Kondisi parkir di PN Semarang. Tarif parkirnya dikeluhkan, karena tidak sesuai dengan Perda Kota Semarang tentang retribusi parkir (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang).
DIKELUHKAN: Kondisi parkir di PN Semarang. Tarif parkirnya dikeluhkan, karena tidak sesuai dengan Perda Kota Semarang tentang retribusi parkir (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG– Tarif parkir di depan Pengadilan Negeri (PN) Semarang dikeluhkan pengunjung. Sebab tarif yang dipungut untuk sekali parkir lebih tinggi dari ketentuan dalam Perda Retribusi Parkir Kota Semarang.

Seorang pengunjung sidang bernama Sasetya Bayu mengaku keberatan dengan biaya parkir di depan PN Semarang. Ia menyebutkan, tukang parkir di depan PN Semarang menarik biaya Rp 2.000 untuk sekali parkir sepeda motor. Sedangkan mobil sebesar Rp 3.000. Bukan hanya itu saja, lanjut Sasetya, para juru parkir juga tidak memberikan karcis.

“Saya pas parkir menggunakan sepeda motor saya bayar Rp 1.000, tukang parkirnya minta Rp 2.000. Sama halnya sewaktu menggunakan mobil dikenakan Rp 3.000,” kata Sasetya Bayu, Rabu (1/11). Sesuai perda, retribusi parkir tepi jalan umum ditetapkan Rp 1.000 untuk motor dan Rp 2.000 untuk mobil.

Diharapkan Dinas Perhubungan bisa menertibkan tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan. Sebab, tidak hanya di PN Semarang saja. Penarikan tarif parkir di luar ketentuan juga terjadi di sejumlah titik lainnya.

“Memang perlu ada tindakan tegas dari petugas Dishub mengenai tarif parkir ini. Sebab, kebanyakan sekarang kalau parkir dikasih Rp 2.000 tidak diberi kembalian, bahkan kalau dikasih Rp 1.000 bilangnya kurang, karena tarifnya Rp 2.000,” kata Awan, 29, salah seorang pengendara.

Terpisah, Kabag Umum dan Kepegawaian PN Semarang Puji Sulaksono menyampaikan, wilayah parkir di pengadilan batasnya ada di dalam gerbang. Parkir di luar gerbang menjadi tanggung jawab pihak lain. Menurutnya, parkir di area dalam gerbang tidak dipungut biaya alias gratis.

Namun dari penelusuran koran ini di dalam gerbang tetap ditarik retribusi. Apabila diberikan Rp 1.000, juru parkirnya tidak mempermasalahkan. Juru parkir di dalam dan luar gerbang tidak memberikan karcis sebagai tanda telah membayar retribusi.

“Kalau di dalam gerbang gratis, apalagi untuk media. Cuma kita memang kekurangan lahan. Kalau di luar gerbang, bukan wewenang kami,” kata Puji. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here