Sulap Taman KB Jadi Taman Indonesia Kaya

688
PUGAR TAMAN KB: Maket Taman Indonesia Kaya yang dilengkapi panggung outdoor dengan desain futuristik. (bawah) Kondisi Taman KB saat ini (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PUGAR TAMAN KB: Maket Taman Indonesia Kaya yang dilengkapi panggung outdoor dengan desain futuristik. (bawah) Kondisi Taman KB saat ini (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANGPemkot Semarang akan merenovasi Taman Menteri Soepeno Kota Semarang atau Taman KB menjadi Taman Indonesia Kaya. Pemugaran mulai dilakukan Rabu (1/11) kemarin, dan ditargetkan akan diresmikan saat ulang tahun Kota Semarang 2 Mei mendatang. Dalam proses pemugaran taman seluas 5.000 meter persegi ini, pemkot menggandeng Djarum Foundation.

Nantinya Taman KB akan dilengkapi fasilitas panggung teater utama dengan kapasitas 400 orang pemain dan 1.000 kursi bagi penonton. Selain itu, akan ada fasilitas ruang ganti dan make-up artis dilengkapi dengan AC yang diperuntukan bagi para artis dan seniman yang ingin tampil di panggung teater terbuka Taman Indonesia Kaya ini.

Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Rahmat Hartono, mengungkapkan, Taman Indonesia Kaya ini diperuntukkan bagi para seniman Jateng, termasuk seniman Kota Semarang.

“Untuk nguri-uri kebudayaan dan siapa yang akan tampil di Taman Indonesia Kaya ini akan diakurasi oleh tim budaya Djarum Foundation. Taman Indonesia Kaya untuk seluruh lapisan masyarakat. Dikonsep dan dibangun akan selesai pada 2018. Nantinya, akan dihibahkan kepada Pemkot Semarang untuk digunakan warga Kota Semarang,” tegas Victor dalam sambutannya di acara groundbreaking Taman Indonesia Kaya, Rabu (1/10) siang.

Pria kelahiran Semarang 45 tahun lalu ini  mengaku, jika pihaknya sebelum membangun Taman KB menjadi Taman Indonesia Kaya ini membangun wahana yang sama di Grand Jakarta. Harapannya, Indonesia mempunyai tempat seni pertunjukan yang bisa menghidupi para pelaku seni.

“Kenapa saya lebih dulu aktif di Jakarta? Saya pingin Kota Semarang juga punya kesempatan berkreasi yang sama. Kenapa Djarum mulai di Jakarta? Karena (di Jakarta) penontonnya rela membayar tiket Rp 1 juta per orang. Sementara di Kota Semarang maunya grátis,” ungkapnya.

Vicktor juga menjelaskan, paling tidak dengan adanya Taman Indonesia Kaya, pihaknya bisa mencari dan mengembangkan bakat dari para seniman di Kota Semarang yang nantinya akan ditampilkan pula di Grand Jakarta.

“Syukur-syukur dari Semarang bisa latihan di sini (Taman Indonesia Kaya), banyak jam terbang lalu bisa (ditampilkan) ke Jakarta. Karena di Jakarta (tiket) Rp 1 juta dibeli, Rp 2 juta dibeli, Rp 3 juta dibeli, dan itu bisa menghidupi para pelaku seni. Sekarang saatnya Djarum kembali ke tempat asal beri kontribusi taman kota ini,” jelasnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengapresiasi  langkah Djarum yang memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk membangun Taman KB menjadi Taman Indonesia Kaya.

Pria yang akrab disapa Hendi ini mengungkapkan, jika niatan untuk membangun Taman KB dilakukan sejak 2012 lalu.

“Saya mewakili warga Kota Semarang mengucapkan banyak terima kasih. Bisa saya sebut, ibaratnya akhirnya telur ini menetas juga. Kenapa istilahnya begini? Tahun 2012 Pak Prast salah satu pelakunya. Kita diundang ke provinsi. Saya nonton (pementasan) di Grand Indonesia, tempat Pak Victor. Tapi nontonnya itu sendiri lho. Nggak sengaja ketemu di eskalator. Saya minta tolong disampaikan ke Pak Victor,”ungkapnya.

Hendi juga meminta proses pembangunan Taman KB menjadi Taman Indonesia Kaya tetap mempertahankan ikon Taman KB sebelumnya dengan patung ibu dan anak di dalam tamannya.

“Taman ini yang dikenal dengan Taman KB, dengan patung ibu dan anaknya yang mencari bapaknya nggak pulang-pulang, patungnya saya minta dan saya mohon tetap dipertahankan. Di taman ini, banyak warga Semarang nongkrong karena rimbun dan adem. Kalau perlu ditambahi, kata Pak Viktor supaya tambah adem,” tandasnya.

Hendi berharap, selain kondisi taman yang lebih baik, ada proses transfer ilmu dan transfer pengetahuan dalam pengelolaan taman dan pelaku seni di Kota Semarang oleh Djarum Foundation.

“Kita memang mendapatkan support in. Transfer ilmu, transfer pengetahuan. Mereka (seniman) bisa berkreasi. Teman-teman seniman akan diberi ruang berkreasi. Selain transfer ilmu luar biasa, Djarum Foundation juga tidak akan menampilkan logonya di sini. Ini murni, karena beliau (Viktor) lahir di Kota Semarang. Ini sebagian kecil, tahun ini semoga Pak Victor juga membantu kembali,” jelasnya.

Hendi menambahkan, Kota Semarang tidak akan bertambah maju dan besar jika hanya mengandalkan APBD Pemkot Semarang yang nilainya hanya sebesar Rp 4,8 triliun. Pasalnya, butuh sinergi dan kerja sama baik bagi para pengusaha, warga Kota Semarang dan keterlibatan para stakeholder di Kota Semarang, sehingga kota ini menjadi lebuh maju dan lebih hebat.

“Hanya andalkan APBD kita nggak bisa. Per hari ini APBD kita (Kota Semarang) hanya Rp 4,8 triliun. Jakarta yang satu provinsi hanya Rp 70 triliun, Bandung Rp 6 sekian triliun, Makassar senilai Rp 6 koma sekian triliun. Kalau Kota Semarang hanya andalkan APBD akan terus tertinggal. Hari ini kita libatkan stakeholder. Semua berjalan beriringan dan Insya’Allah konsep ini tidak hanya Djarum. Perusahaan besar lainnya juga akan ikut membantu,” harapnya.

Pada kesempatan itu, dilakukan acara simbolis groundbreaking pembangunan pertama Taman Indonesia Kaya oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Presiden Direktur Djarum Victor Rahmat Hartono. Hadir mendampingi Hendi, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. (hid/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here