Sasar Wilayah Pegunungan  

126
SEMATKAN BADGE: Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo menyematkan badge kepada salah satu petugas dalam apel gelar pasukan Operasi Zebra Candi 2017 di Mapolres Temanggung, kemarin (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).
SEMATKAN BADGE: Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo menyematkan badge kepada salah satu petugas dalam apel gelar pasukan Operasi Zebra Candi 2017 di Mapolres Temanggung, kemarin (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).

TEMANGGUNG—Selama 14 hari ke depan, wilayah zona merah pegunungan atau dataran tinggi di Temanggung akan jadi fokus pelaksanaan operasi Zebra Candi 2017. “Zona merah merupakan tingkat pelanggaran paling tinggi, berada di gunung atau masyarakat di wilayah atas, di mana masyarakatnya masih belum sadar pentingnya tertib lalu lintas. Di situlah  fokus kami,” ucap  Kasat Lantas Polres Temanggung, AKP Sandhi Wiedyanoe, usai gelar pasukan di halaman Mapolres Temanggung, Rabu (1/11) kemarin.

Fokus perhatian lainnya adalah  zona kuning. Zona ini tingkat pelanggaran cukup tinggi di wilayah perkotaan, lalu di wilayah rawan kecelakaan  dan rawan kemacetan. Daerah titik rawan, di antaranya, di Pringsurat sampai Krangggan, Kledung-Parakan-Bejen dan di area Kota Temanggung.

Sandhi melaporkan, angka kecelakaan sampai Oktober 2017 sebanyak 170 kejadian. Sedangkan untuk Oktober  46 kejadian, dengan 30 kejadian kerugian material. “Untuk korban tercatat 5 luka ringan, 5 luka berat dan 6 orang sekarang masih rawat inap di rumah sakit.”

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo menyampaikan, selama operasi Zebra Candi, pihaknya mengerahkan 250 personel. “Nanti juga dibantu petugas Kodim 0706/Temanggung, Dinhubkominfo, dan Satpol PP.” (san/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here