33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

RSUD Layani Pasien Cuci Darah 

Miliki Unit Hemodialisa, Tidak Perlu ke Semarang

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

DEMAK-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sunan Kalijaga Demak secara resmi telah mengoperasikan unit hemodialisa. Sudah ada beberapa pasien gangguan gagal ginjal yang telah menjalani terapi cuci darah di unit hemodialisa tersebut.

Demikian disampaikan Direktur RSUD Sunan Kalijaga, dr Deby Armawati, SpM di sela penandatanganan kerjasama pelayanan hemodialisa antara RSUD Sunan Kalijaga dengan BPJS Kesehatan, kemarin.

Menurut dr Deby, saat ini 4 mesin hemodialisa dioperasikan. Untuk memaksimalkan pelayanan terhadap pasien, unit tersebut akan ditambah hingga 11 mesin hemodialisa. “Alhamdulillah, 4 unit mesin sudah beroperasi dan telah melayani beberapa pasien,” katanya.

Unit ini ditangani oleh konsultan, yaitu dr Lestariningsih (ahli penyakit dalam) dari RSUP dr Kariadi Semarang. Sedangkan, untuk penanggung jawab unit adalah dr Diana (ahli penyakit dalam) serta dr Tri Uni dokter umum bersertifikat sebagai pelaksana.

Sekda Pemkab Demak, dr Singgih Setyono MMR mengatakan bahwa dengan adanya konsultan di unit hemodalisa tersebut, maka standar pelayanan dan pengoperasian unit ini dapat dipenuhi. Dengan demikian, pelayanan terhadap pasien dapat dilakukan lebih optimal, berjalan efektif dan efisien.

“Mari pelayanan dokter dan perawat ditingkatkan. Jaga kepercayaan pasien. Adanya unit hemodialisa ini merupakan upaya pemerintah daerah khususnya RSUD mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata dr Singgih.

Pelayanan hemodialisa dinilai penting karena penderita gagal ginjal sekarang mirip fenomena gunung es. Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Semarang, dr Bimantara menyampaikan, bahwa penderita gagal ginjal meningkat terus. Bahkan, BPJS mencatat penderita gagal ginjal ada sekitar 22 ribu kasus setiap bulan. Banyaknya penderita gagal ginjal yang menjalani cuci darah juga tampak di RSUP dr Kariadi Semarang. Dengan kondisi seperti ini, pelayanan BPJS terhadap pasien gagal ginjal pun juga meningkat.

”Dengan adanya unit hemodialisa di RSUD Sunan Kalijaga ini, maka pasien gagal ginjal dari wilayah timur Kudus-Demak dan sekitarnya bisa menjalani cuci darah di rumah sakit ini. Tidak perlu jauh jauh ke Semarang lagi,” katanya.

Menurut dr Bimantara, banyaknya pasien gagal ginjal sekarang ini dimungkinkan pola hidup yang salah atau justru terapi obat yang membawa pasien mengalami gagal ginjal. Sebab, 33 persen pasien yang dilayani BPJS adalah mereka yang telah mengalami gagal ginjal kronis (katastropi). “Untuk pelayanan hemodialisa ini, pendataan pasien harus pakai teknologi finger print (pemindai sidik jari) sehingga pelayanan lebih optimal,” jelasnya. Penggunaan finger print ini dinilai penting untuk menghindari klaim BPJS yang tidak sesuai kenyataan. Misalnya, pasien tidak datang untuk cuci darah tapi justru diklaimkan ke BPJS. (hib/sct/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Berhasil Temukan Metode Grouting

JALAN ambles di beberapa titik jalan di Kota Semarang, kondisinya sangat memprihatinkan. Pakar Geologi dari Universitas Diponegoro (Undip), Ir Dwiyanto Joko Suprapto MT mengatakan...

Janjikan Emas, Ternyata Batu

TEMANGGUNG- Ada-ada saja ulah orang yang tidak bertanggung jawab memperoleh harta dengan cara yang tidak halal lewat menipu. Seorang dukun gadungan ditangkap Satreskrim Polres...

 Degradasi Lingkungan Tingkatkan Bencana Hidro Meteorologi

Kabupaten Magelang merupakan wilayah yang dikelilingi gunung. Kondisi ini membuatnya menjadi salah satu wilayah yang rawan bencana alam. SERIBU relawan se-Kabupaten Magelang mengikuti apel dan...

3 Kades Diduga Tidak Netral

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Magelang menemukan dugaan pelanggaran ketidaknetralan kepala desa dalam Pilkada 2018. Tiga kepala desa diketahui mengikuti acara debat...

1.000 Perempuan akan Menginap di Balkondes

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID -  Presiden International Council of Women (ICW) Jung Sook Kim bersama Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo berkunjung ke...

Gadis Multitalenta

RUCE Nuenda Permata Dije dikenal sebagai Duta Wisata Kota Semarang. Mahasiswi Pendidikan Seni Musik Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini adalah sosok multitalenta. Sebelum terpilih...