Ribuan Makam Diterjang Proyek Tol

Hingga Kini, Pembebasan Belum Kelar 

177

KENDAL—Pembangunan jalan Tol Semarang-Batang di ruas Kendal masih banyak kendala. Selain pembebasan yang belum rampung, juga kendala menerjang pemakaman. Sehingga pihak PT Waskita harus mencari lahan pengganti dan memindahkan makam-makam yang ada.

Dari data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) sedikitnya ada lima makam di Kendal yang dilintasi jalan tol. Dengan jumlah yang mencapai ribuan makam.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermades) Kendal, Subaidi, mengatakan lima tempat pemakaman umum itu tersebar di beberapa wilayah. Yakni di Kecamatan Kaliwungu dua Tempat Pemakaman Umum (TPU). Yakni TPU Desa Sumberjo dan Desa Nolokerto. Selain itu, Kecamatan Brangsong ada dua TPU juga, yakni Desa Penjalin dan Desa Kertomulyo. Sedangkan satu makam lainnya berada di Desa Magelung, Kecamatan Kaliwungu Selatan.

“Total luasnya, sekitar 6.780 meter persegi. Tapi hal itu bukan kewenangan kami untuk relokasi ataupun pembebasannya. Kami hanya menerima laporan dan pemberitahuan saja,” kata Subaidi, Rabu (1/11) kemarin.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang, Tendy Hardiyanto mengatakan dari data yang dimiliki, ada sembilan bidang TPU di Kendal yang dirterjang proyek tol Batang-Semarang. Hingga kini, makam -makam yang ada di TPU itu, belum dipindah. “Karena tanah pengganti belum selesai. Jadi masih dalam proses,” katanya.

Tendy mengaku sudah berupaya mencari lahan pengganti tanah tersebut. Namun hingga kini pembeliannnya masih belum rampung. “Harapan kami, akhir 2017 ini sudah selesai sehingga perpindahan makam bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.

Humas PT Waskita selaku pelaksana pembangunan tol di Seksi V, Totok Suharto menambahkan beberapa makam yang terkena proyek tol Batang-Semarang dikenal sebagai makam keramat. Di antaranya adalah makamnya Mbah Sekiah dan Sumeto Kadi, yang ada di TPU Dukuh Penjor Desa Nolokerto Kaliwungu.

“Sudah ada tanah pengganti makam itu. Tapi warga tidak ada yang berani memindahkannya. Jika memang sampai batas waktu, warga tidak berani memindah makam itu, dan menyerahkan pada kami, maka kami yang akan memindahkan,” kata totok.

Sedangkan Humas PT Waskita Karya Pembangunan Tol Seksi IV, Agus Setiawan, mengatakan, pembangunan tol di seksi IV menerjang lebih dari 3.000 makam. Ia mengaku proses pemindahan ribuan makam tersebut hingga kini belum selesai. “Tapi beberapa makam sudah dipindahkan oleh keluarganya yang masih hidup,” katanya.

Dia menerangkan, progres pembangunan fisik hingga awal September 2017 mencapai 47,935 persen yang meliputi seksi empat dan lima. “Sementara pembebasan lahan yang sudah dibayarkan menurut BPN sekitar 61 persen. Kami melakukan pekerjaan untuk lahan yang sudah dibayar saja,” tandasnya.

Kepala Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Mohammad  Sugeng, mengatakan, di Desa Sumberejo, tol menerjang pemakaman di Dukuh Suking masuk wilayah RW 02. Jumlah makam yang dilintasi jalan tol kurang lebih 774 makam. Dia mengatakan, belum tahu persis berapa jumlah makam yang sudah dipindahkan.

Namun, data yang ia terima dari panitia pemindahan makam, baru 71 jenazah yang sudah di pindahkan. “Panitia pemindahan makan terdiri atas RW, RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan ahli waris. Mereka yang berkoordinasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Musyawarah untuk memindahkan jenazahsudah dilakukan beberapa kali,” pungkasnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here