Rebutan Lahan Parkir, Tewas Ditikam Pisau

209

SEMARANG- Nasib tragis dialami Tri Handayanto 40, warga Randusari Pos 3 Nomor 133, Semarang Selatan. Ia tewas setelah dikeroyok dua pelaku di depan rumah David Wahyudi 34, rekan korban di Jalan Pekunden Tengah, Pekunden, Semarang Tengah, Rabu (1/11) dini hari sekitar pukul 03.00. Diduga, pengeroyokan hingga menewaskan Tri dipicu perebutan lahan parkir.

“Korban tewas akibat luka tusukan di perut. Sempat dilarikan ke RS Pantiwilasa, tapi tidak tertolong,” jelas Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Kemas Indra Natanegara kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dari keterangan saksi (David, Red), kejadian itu berawal dari selisih paham hingga memicu cekcok antara korban, dan kedua pelaku yang diketahui bernama Taufik, 34, dan Septi, 32, di depan rumah David.

“Pada saat kejadian, David ini sedang tidur lalu dia dibangunkan oleh adik iparnya dan memberitahu kalau Tri terlibat cekcok dengan kedua pelaku,” terangnya.

Mendengar hal tersebut, David bergegas beranjak dari tempat tidurnya dan segera ke luar rumah untuk melihat apa yang sedang terjadi. “Saat berada di luar rumah, saksi melihat korban (Tri, Red) terlibat cekcok dengan kedua pelaku. Korban dalam posisi duduk sementara pelaku berdiri,” bebernya.

Mengetahui adanya cekcok di antara mereka, lanjut Kemas, David langsung mendekat dan berusaha untuk melerai korban dengan dua pelaku yang saling kenal. Namun ketika dilerai, salah seorang pelaku, yakni Taufik, justru melakukan pemukulan terhadap korban. “Pelaku tidak mau dilerai, kemudian memukul korban. Satu kali,” katanya.

Dalam kondisi tersebut, pelaku lainnya, Septi, terpancing dan bereaksi dengan mengeluarkan pisau kemudian menusukannya ke perut korban satu kali. Tusukan senjata tajam tersebut membuat korban tak berdaya. Bukannya berhenti, keduanya justru semakin membabi buta dan meneruskan pengeroyokan. Taufik menghajar ,sementara Septi kembali menikamkan pisau ke arah yang sama hingga korban jatuh tersungkur di depan pintu rumah David.

“Korban jatuh di depan pintu, pelaku kabur. David langsung menghubungi keluarga dan melarikan korban ke rumah sakit,” kata Kemas.

Nahas, nyawa Tri Handayanto tak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal di RS Pantiwilasa, Citarum. Ditanya terkait penanganan kasus tersebut, Kemas menjelaskan bahwa kasus selanjutnya ditangani oleh Satreskrim Polrestabes Semarang. “Sebab LP (laporan, Red) resminya di Polrestabes, jadi yang menangani Polrestabes. Kami hanya back up saja, dan saat ini masih dalam pengejaran,” tandasnya. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here