Pelajar Paling Banyak Melanggar

140
CEK KESIAPAN: Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, didampingi Dandim 0705/Magelang mengecek kesiapan personel dan kendaraan operasional dalam rangka operasi Zebra Candi 2017, Rabu (1/11) kemarin, di depan Mako Polres Magelang Kota (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU).
CEK KESIAPAN: Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, didampingi Dandim 0705/Magelang mengecek kesiapan personel dan kendaraan operasional dalam rangka operasi Zebra Candi 2017, Rabu (1/11) kemarin, di depan Mako Polres Magelang Kota (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU).

MAGELANG—Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Magelang Kota mengungkap fakta bahwa pelajar di Kota Magelang masih mendominasi angka pelanggaran lalu lintas. Jenis pelanggaran yang dilakukan, antara lain,  tidak membawa/memiliki SIM atau STNK  maupun tidak mengenakan helm.

Kasat Lantas Polres Magelang Kota, AKP Marwanto menyampaikan, pihaknya selama ini sudah aktif melakukan sosialisasi dan penyuluhan ke sekolah-sekolah terkait tertib berkendara dan berlalu lintas.

“Kami juga punya pelajar pelopor keselamatan berkendara yang harapannya mereka bisa menularkan kedisiplinan dan ketertiban dalam berkendara ke pelajar lain. Namun, pelanggaran dari pelajar masih marak terjadi,” jelas Marwanto, Rabu (1/11) kemarin, saat mendampingi Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan melakukan pengecekan kendaraan anggota Polres yang akan melakukan operasi Zebra Candi 2017.

Terkait jumlah pelanggar saat operasi rutin pada September lalu, AKP Marwanto membeber, pihaknya mencatat 3.782 kasus pelanggaran lalu lintas. Jumlah tersebut, menurut Marwanto, dilakukan oleh pengendara roda dua maupun empat.

“Terbanyak dilakukan oleh pengendara roda dua. Pelanggarannya beragam, mulai  tidak membawa SIM, STNK, tidak membawa keduanya, tidak pakai helm, sampai kendaraan tidak dilengkapi kelengkapan keselamatan.” Sedangkan untuk pengemudi mobil, masih banyak  yang enggan mengenakan  sabuk pengaman.

Sementara itu, operasi Zebra Candi 2017 yang digelar hingga 14 November mendatang, menyasar upaya penegakan hukum, yaitu tilang. Penegakan hukum tilang menempati porsi 60 persen dari tujuan operasi Zebra Candi.

“Operasi Zebra yang digelar serentak di seluruh Indonesia, lebih ditekankan pada upaya penegakan hukum, seperti tilang. Porsinya sampai 60 persen. Sisanya, pencegahan dan pembinaan serta penyuluhan tertib lalu lintas,” jelas Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

Kristanto menjelaskan, sejumlah sasaran diprioritaskan pada pelanggaran yang menimbulkan kecelakaan. Antara lain, melawan arus, melintas marka saat di lampu pengatur lalu lintas, tidak memiliki kelengkapan kendaraan, dan surat-surat kendaraan yang tidak lengkap.  “Sejauh ini, kita sudah sering menilang pengendara yang melawan arus, terutama di kawasan Jalan Pahlawan. Operasi Zebra nanti, kita intensifkan lagi, karena tindakan itu bisa membahayakan diri dan orang lain.”

Polres Magelang Kota menurunkan  55 personel selama operasi, dibantu fungsi lain, seperti TNI, Satpol PP, dan Dishub. “Kami juga menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, karena pelanggar banyak yang berasal dari kalangan pelajar.”

Sementara itu, dari Kabupaten Magelang dilaporkan, hari pertama pelaksanaan operasi Zebra Candi, Satlantas Polres Magelang telah menindak 62 pelanggar. Rincian barang buktinya, antara lain, 45 STNK, 14 SIM, dan 3 motor.  Kasat Lantas Polres Magelang,  AKP Setya Budi mengatakan, penindakan diprioritaskan bagi pengendara yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Seperti tidak memakai helm, ban tidak sesuai peruntukan, juga kendaraan roda empat yang melebihi muatan. (cr3/vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here