Pejabat Harus Turun Lapangan

712
PEMKOT SIAP BANTU: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama jajarannya saat melihat kondisi rumah Agus, warga Lamper Lor, Semarang Selatan, yang tidak layak huni. Pemkot akan membantu rehab rumah tersebut (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang).
PEMKOT SIAP BANTU: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama jajarannya saat melihat kondisi rumah Agus, warga Lamper Lor, Semarang Selatan, yang tidak layak huni. Pemkot akan membantu rehab rumah tersebut (Abdul Mughis/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kaget saat mengelilingi permukiman penduduk di Kelurahan Lamper Lor, Semarang Selatan, Rabu (1/11) pagi. Hendi, sapaan akrabnya, menemukan sebuah rumah milik warga dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan kondisi rumah tak layak huni (RTLH) tersebut nyaris roboh karena kondisi tiang rumah terlihat rapuh, dinding jebol, atap keropos dan lantai tak berkeramik.

Konsentrasi orang nomor satu di Kota Semarang inipun langsung tertuju ke rumah yang diketahui milik Agus, warga RT 1, RW 5 Kelurahan Lamper Lor, Kecamatan Semarang Selatan. Dengan didampingi sejumlah pejabat Pemkot Semarang, Hendi langsung mengecek kondisi rumah Agus tersebut. Ia mengaku sangat khawatir rumah itu roboh saat cuaca ekstrem.

“Itu rumahnya seperti itu kok masih ditinggali? Kalau ambruk (roboh) siapa yang tanggung jawab?” tanya Hendi kepada Muthohar, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang yang mendampingi wali kota. Tanpa panjang lebar, Hendi langsung meminta kepada Dinas Perumahan dan Permukiman untuk memperbaiki rumah tersebut bulan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi mengatakan, bahwa permasalahan rumah tidak layak huni di Kota Semarang bukan hanya ada di Kelurahan Lamper saja. Hendi meyakini masih ada sebagai masyarakat yang mengalami nasib seperti Agus.

“Jadi saya usahakan sebisa mungkin setiap pagi berkeliling ke kampung, karena yang seperti ini bisa saja luput dari perhatian masyarakat sekitar, sehingga tidak dikomunikasikan kepada kami,” katanya.

Dia juga menekankan kepada seluruh jajarannya, untuk bisa turun ke lapangan. Bahkan pejabat pemkot wajib hukumnya untuk turun ke lapangan untuk mengetahui kondisi masyarakat secara langsung. “Kalau sudah diingatkan tapi tidak dilakukan juga, saya gandeng untuk turun bareng-bareng,” tegas Hendi.

Sementara itu, Agus sendiri tak mampu menyembunyikan kegembiraannya. Ia tak pernah menyangka kalau rumahnya bakal direhab oleh Pemkot Semarang. “Saya sangat senang sekali. Karena rumah saya akan diperbaiki oleh pak wali,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Muthohar mengatakan pertengahan bulan November akan diperbaiki dan ditarget rampung akhir bulan. “Setelah kami cek, nanti perbaikan atap, dinding, dan lantai. Diperkirakan dua minggu selesai. Agar cepat selesai, nanti kami juga meminta masyarakat sekitar untuk ikut gotong royong,” kata Muthohar. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here