Kembangkan Batik Plinteng

215
Myllatus Syifa (Nathaza Ayudya/ Jawa Pos Radar Semarang).
Myllatus Syifa (Nathaza Ayudya/ Jawa Pos Radar Semarang).

MYLLATUS Syifa baru saja lulus dari Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta pada September lalu.  Saat kuliah itu, ia memilih jurusan Batik dan Fashion Design karena sudah menyukai batik sejak kecil.

Gadis kelahiran Semarang yang kerap disapa Myla ini sekarang bersama rekan-rekannya mengembangkan usaha batik yang diberi nama Batik Plinteng.

Keberanian Myla mendirikan usaha batik ini dilatar belakangi sistem pembelajaran saat kuliah. Batik Plinteng sendiri tercipta saat ia dan teman-temannya diharuskan membuat karya baju art fashion dengan kain batik.

“Dari situ, tercetus untuk mengembangkan Batik Plinteng ini ke bisnis,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dalam merintis usaha ini, ia bersama 8 rekannya bermodalkan uang simpanan. Jenis batik yang digunakan untuk konsep Batik Plinteng ini adalah kontemporer dan klasik.

“Kendala saat itu adalah modal yang seadanya saja,  dan segmentasi penjualan, selain itu juga harus bisa jadi multitasker karena merangkap –rangkap, ya owner, ya marketing, ya admin, dan lain-lain,” tambahnya.

Dengan adanya usaha Batik Plinteng ini, Myla berharap bisa tetap melestarikan batik sebagai budaya Indonesia, dan semakin dicintai oleh generasi muda sekarang.

“Cita-cita saya kelak bisa mendirikan kampung wisata batik yang benar-benar didasari oleh karakteristik batik itu sendiri. Sehingga mampu menyerap dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. (mg47/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here