Kecele, Awak Angkutan Mogok Kerja

577

MUNGKID— Sejumlah awak angkutan kota jurusan Magelang-Muntilan, Rabu (1/11)  melakukan aksi mogok kerja. Mereka kecele dengan adanya rencana aksi mogok masal yang ternyata tidak jadi dilaksanakan.

Catatan yang dihimpun koran ini, beredar  informasi  akan terjadi unjuk rasa, merespon penolakan transportasi berbasis aplikasi online yang beroperasi di daerah tersebut, pada Rabu (1/11) kemarin.  “Iya hari ini (kemarin) mogok (operasional). Karena salah persepsi saja, miskomunikasi,” jelas Koordinator Paguyuban Angkutan Magelang-Muntilan (PAMM), Rahardi, Rabu (1/11).

Menurutnya, sejak Selasa (31/10) malam,  beredar informasi bahwa salah satu perkumpulan angkutan, berencana  unjuk rasa, menolak transportasi berbasis aplikasi online yang selama ini masih beroperasi di kabupaten dan Kota Magelang.

Untuk menghindari kesalahpahaman dan ekses di lapangan, PAMM memutuskan untuk sementara berhenti beroperasi. “Ternyata, unjuk rasanya tidak jadi. Anggota yang sudah telanjur tidak berangkat sejak pagi, akhirnya mogok sekalian,” kata Rahardi.

Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Magelang, Muh Irianto, membenarkan hal tersebut. Menurut Irianto, mogoknya angkutan pedesaan jurusan Magelang-Muntilan, karena miskomunikasi.   “Karena sebenarnya tidak ada aksi unjuk rasa, dan tidak ada instruksi untuk mogok operasional hari ini,” katanya.

Organda Kabupaten Magelang meminta angkutan umum tidak melakukan aksi. Meski sebagian besar awak angkutan—utamanya  yang beroperasi di wilayah pinggiran—sangat merasakan dampak munculnya transportasi berbasis aplikasi online.

“Sudah hampir lima bulan ini, awak angkutan yang melayani wilayah perbatasan mengalami pengurangan pendapatan yang sangat drastis, bisa sampai lebih dari 50 persen. Dengan kondisi seperti itu, Organda tidak mengimbau ataupun tidak melarang jika memang awak angkutan mau melakukan aksi mogok.”

Sejauh ini, DPC Organda Kabupaten Magelang telah berusaha membawa aspirasi para awak angkutan umum, baik di tingkat pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Kita sudah ketemu dengan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang. Kami meminta agar dinas bisa memediasi kami supaya bertemu dengan bupati dan Ketua DPRD untuk mengomunikasikan hal ini,” kata Irianto. (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here