Jateng Sabet Penghargaan Top IT dan Telco 2017

170

SEMARANG – Jateng menyabet dua penghargaan Top IT dan Telco 2017. Yakni penghargaan Top IT Implementation on Province Government 2017 untuk Pemprov Jateng, dan penghargaan Top Leader in IT Leadership 2017 untuk Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Penghargaan yang digagas Majalah Itech bersama Asosiasi TIK dan dukungan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), diserahkan Menteri Sekretaris Negara RI Pratikno kepada Gubernur Ganjar Pranowo, yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng Dadang Somantri, paca acara Penghargaan Top IT dan Telco 2017, di Balai Kartini Jakarta, kemarin.

Kepala Diskominfo Jateng Dadang Somantri mengungkapkan, penghargaan diberikan kepada Gubernur Ganjar sebagai apresiasi atas kepeloporan Ganjar yang secara masif menggerakkan SKPD provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota dalam menggunakan teknologi informasi. Khususnya, untuk memberikan layanan kepada masyarakat maupun dalam tata kelola pemerintahan. Termasuk, membuka akses bagi warga yang ingin berpartisipasi aktif, menyampaikan unek-unek, ide maupun saran.

Ditambahkan, dalam tata kelola pemerintahan, gubernur telah menerbitkan Pergub Nomor 45 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Pemprov Jateng. Kebijakan tersebut dilengkapi dengan Pergub Nomor 89 Tahun 2016 tentang Sistem Manajemen Informasi Terintegrasi.

Realisasi dari kebijakan tersebut, hampir seluruh SKPD di lingkup Pemprov Jateng sudah mengimplementasikan layanan masyarakat berbasis IT dengan berbagai aplikasi sesuai domain tupoksinya. Termasuk peningkatan integrasi infrastruktur TIK dan aplikasi yang dipusatkan di Diskominfo. Bahkan, saat ini sudah ada sistem Government Resources Management System (GRMS) mengenai tata kelola pemerintah mulai dari perencanaan sampai monitoring melalui sistem elektronik.

“Dukungan Bapak Gubernur luar biasa. Beliau support betul dalam penggunaan IT di Jawa Tengah, termasuk menggagas GRMS. Kami juga sudah memanfaatkan IT untuk video conference saat Musrenbangwil maupun pertemuan strategis lainnya. Bagaimana pun, kita harus menyadari kalau tidak melakukan transformasi digital, kita akan ketinggalan. Apalagi di era milenial seperti sekarang,” beber Dadang. (amh/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here