Hari Pertama Operasi, Jaring 224 Pelanggar Lalin

201
PERIKSA PELANGGAR LALIN : Anggota Satlantas Polres Batang saat memeriksa pengendara dalam Operasi Zebra tahun 2017 di halaman Mako Satlantas Polres Batang, Rabu sore (1/11) kemarin (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG).
PERIKSA PELANGGAR LALIN : Anggota Satlantas Polres Batang saat memeriksa pengendara dalam Operasi Zebra tahun 2017 di halaman Mako Satlantas Polres Batang, Rabu sore (1/11) kemarin (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG).

BATANG-Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Batang resmi menggelar Operasi Zebra Candi 2017 di halaman Mako Satlantas Polres Batang, Rabu sore (1/11) kemarin. Operasi yang dimulai 1 November kemarin, akan berakhir hingga 14 November 2017 mendatang. Di hari pertama digelar, sudah menjaring 224 pelanggar lalulintas.

“Dalam operasi kali ini, kami menargetkan semua pengendara yang melakukan pelanggaran lalulintas di jalan raya. Meski begitu, warga tidak perlu takut berkendara, cukup persiapan kelengkapan standar dan surat kendaraan,” ucap Kasatlantas Polres Batang AKP M Adiel Aristo, Rabu (1/11) kemarin.

Pada operasi Zebra kali ini, jelasnya, pihaknya menyasar jalur pantura dan tempat tempat yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Dihari pertama digelar operasi yang dilaksanakan di halaman Mako Satlantas Polres Batang ini, telah menjaring 224 pelanggar lalulintas. Rata-rata tidak melengkapi diri dengan SIM, STNK, helm, plat nomor tidak sesuai dan pelanggaran lainnya.

“Dihari pertama, sebagain besar tidak membawa kelengkapan surat berkendara, baik SIM dan STNK. Selain itu juga melanggar ketentuan standarisasi kendaraan,” jelas Aristo.

Dijelaskan Kasatlantas, pada operasi kali ini pihaknya akan menindak para pelanggar yang menyalahi aturan kasat mata dan tidak kasat mata. Seperti tidak menggunakan helm, mengubah spesifikasi motor, tidak menggunakan sabuk pengaman, melawan arah, dan lain sebagainya. Selanjutnya soal kelengkapan surat-surat seperti SIM dan STNK.

Dilanjutkan Adiel, sasaran khusus yang diperhatikan adalah penggunaan strobo/lampu isyarat, becak bermotor, TNKB/Plat nomor modifikasi, knalpot bronk, helm tidak standar SNI serta KBM bak terbuka serta muatan/kelas jalanan.

“Operasi Zebra ini, kami berlakukan dua cara. Yakni cara stasioner dan cara hunting. Kalau hunting, biasanya untuk pelanggaran yang kasat mata. Sedangkan cara stasioner, razia di suatu tempat yang mempunyai potensi pelanggaran,” terangnya.

Operasi ini digelar, kata Kasatlantas, dalam rangka menekan angka pelanggaran lalu lintas, terutama yang menyebabkan fatalitas kecelakaan. Semua akan ditegakkan, dengan harapan supaya masyarakat lebih disiplin dan berbudaya dalam tertib berlalulintas dan taat aturan. “Jadi, yang akan dilakukan penindakan adalah seluruh bentuk pelanggaran lalu lintas. Tetapi kalau hanya pelanggaran seperti tutup pentil, kami tidak akan menindaknya. Cuma pelanggaran yang umum saja,” katanya. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here