Elpiji Bersubsidi Harus Tepat Sasaran

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SEMARANG – Pemerintah akan memanfaatkan basis data terpadu dalam penyaluran elpiji subsidi ukuran tabung 3 kg. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi salah sasaran dalam penyaluran.

Kepala Subdit Pengangkutan Migas Kementerian ESDM Republik Indonesia Nunuk Wiryawan mengakui, selama ini penyaluran elpiji bersubsidi kurang tepat sasaran mengingat distribusi dilakukan secara terbuka. Sehingga banyak keluarga dari kalangan mampu yang juga menikmati fasilitas subsidi tersebut.

Oleh karena itu, ke depan pihaknya berencana bekerja sama dengan Kemensos untuk menggunakan kartu yang selama ini sudah digunakan dalam pendistribusian subsidi bagi masyarakat miskin. “Kami sudah melakukan pendatan ada sekitar 25,7 juta warga miskin yang berhak menerima subsidi dan basis data ini yang akan digunakan untuk pendistribusian elpiji,” ujarnya dalam Focus Group Discussion ‘Mekanisme Distribusi Elpiji 3 Kg Tepat Sasaran’, baru-baru ini.

Sedangkan untuk para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) akan dilakukan survei ulang dengan Kemenkop dan UMKM. Data yang telah akan divalidasi ulang. Penyamaan data tersebut akan dilakukan mulai 1 Februari 2018.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Teguh Dwi Paryono menambahkan, mengenai kelangkaan elpiji yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah akhir-akhir ini bukan karena tidak adanya barang tetapi karena tidak sempurnanya distribusi.

“Dalam hal ini rantai distribusi seharusnya selesai di pangkalan, tapi pada kenyataannya melewati pengecer sebelum sampai di tangan masyarakat. Pada akhirnya harga jadi lebih tinggi, bahkan ada yang melebihi HET,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia juga menyetujui langkah koordinasi antar Kementerian untuk menyamakan data penerima elpiji subsidi. Meski demikian, pihaknya pesimistis upaya tersebut akan terealisasi di tahun 2018.

“Pada dasarnya perlu ada validasi data, kadang data di kartu keluarga tidak sesuai orang per orang. Jadi perlu ada validasi dan ini memerlukan waktu. Mungkin tahun 2019 baru bisa jalan,” ujarnya. (dna/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

Random News

Sebelas Calon Bersaing

MUNGKID—Hari terahir pendaftaran bakal calon bupati dan calon wakil bupati di DPC PKB Kabupaten Magelang, tercatat ada 11 orang yang mengembalikan formulir. Terdiri atas...

Jateng Bakal Miliki Kampung Nelayan

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah dalam waktu dekat akan segera memiliki sebuah model kampung nelayan yang sangat representatif untuk dijadikan percontohan nasional. Kampung tersebut...

Sidak Mi Basah Gagal, Pedagang Kabur

BATANG-Inspeksi mendadak pada penjual mi basah di Pasar Batang, Rabu (18/3) kemarin, tidak membuahkan hasil. Pasalnya dari 7 produsen mi basah di Pasar Batang,...

Perkotaan Masih Jadi Wilayah Endemis DBD

MUNGKID-- Kawasan perkotaan di Kabupaten Magelang masih dinyatakan sebagai wilayah endemis bagi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Hal itu dikarenakan pola hidup kurang sehat...

More Articles Like This

- Advertisement -