Desa Jembrak Serius Tekuni Budidaya Gaharu

348
BUDIDAYA: Kepala Desa Jembrak, Sunaryo bersama petani Gaharu memperhatikan bibit pohon Gaharu di Dusun Grompol, Desa Jembrak (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BUDIDAYA: Kepala Desa Jembrak, Sunaryo bersama petani Gaharu memperhatikan bibit pohon Gaharu di Dusun Grompol, Desa Jembrak (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN – Kepala Desa (Kades) Jembrak, Kecamatan Pabelan, Sunaryo mengajak kepada masyarakat atau kelompok tani di Desa Jembrak dan sekitarnya untuk mengembangkan atau budidaya pohon Gaharu.

Sebab menurutnya, pohon Gaharu bernilai ekonomis tinggi sehingga diyakini dapat mengangkat perekonomian masyarakat. Menurutnya, petani sebaiknya jangan hanya bergantung dari hasil padi saja.

Karena budidaya Gaharu juga sangat menjanjikan jika dikelola dan dirawat dengan baik. Bahkan hasilnya lebih menjanjikan dari pada budidaya tanaman lainnya. “Nilai jual pohon Gaharu sangat tinggi dan perawatannya juga tidak ribet. Harga per-kilogram batang Gaharu mencapai Rp 30 jutaan,” ujarnya.

Ditambahkan, sejauh ini dirinya sudah melakukan sosialisasi secara periodik tentang tanaman pohon Gaharu kepada petani Desa Jembrak dan sekitarnya. “Ini dalam upaya mengubah pola pikir masyarakat petani tradisional menjadi petani modern,” katanya.

Sementara itu salah satu petani Gaharu Dusun Grompol Desa Jembrak, Triono mengungkapkan saat ini memiliki bibit pohon Gaharu sebanyak 2.350 batang. Bibit pohon Gaharu miliknya itu masih tertanam di pot atau polibek karena umurnya belum 1 tahun.

“Bibit pohon Gaharu yang umurnya belum satu tahun harus ditanam di pot atau polybag. Setelah satu tahun baru ditanam di ladang atau hutan, bahkan bisa juga ditanam di pekarangan rumah,” ujarnya.

Sedangkan masa panen, imbuhnya, bisa dilakukan saat pohon Gaharu berumur 5 tahun. Sebenarnya, pohon Gaharu yang tumbuh asli di hutan baru bisa dipanen saat umurnya 50 tahun.

Namun sekarang ada semacam rekayasa genetika yaitu berupa cairan obat tertentu yang disuntikkan ke batang pohon melului infus. “Tidak usah menunggu 50 tahun. Dengan cara menginfus itu tadi, maka pohon Gaharu budidaya yang umurnya baru 5 tahun sudah bisa dipanen,” katanya.

Tingginya nilai jual pohon Gaharu karena manfaatnya banyak dan mampu menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi dan mewah seperti parfum, sabun, body lotion, dan obat-obatan. “Selain itu Gaharu juga bisa dijadikan pengharum ruangan serta bahan kosmetik lainnya,” katanya.

Dikatakan bahwa petani Gaharu di desanya selama ini hanya mengandalkan alat konvensional dalam budidaya pohon Gaharu. Untuk itu pihaknya berharap, Pemkab Semarang hendaknya memberikan sentuhan teknologi modern agar kelak produktivitas Gaharu yang dihasilkan bisa mengalahkan Negara lain, seperti Malaysia dan Thailand yang merupakan Negara penghasil pohon Gaharu terbesar di kalangan Asia.

“Kan boleh petani punya cita-cita yang tinggi. Dan kami yakin jika pemerintah memberikan sentuhan teknologi moder, maka kelak produktivitas Gaharu di Kabupaten Semarang bisa bisa tinggi, dan ujung-ujungnya petani di Kabupaten Semarang bertambah makmur,” pungkasnya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here