Bidik Konsumen Mahasiswa, Omzet Belasan Juta Rupiah

Faruq dan Lutfiana, Dua Mahasiswa Undip Sukses Berbisnis Katering

160
BERJIWA BISNIS: Faruq Abdurrahman dan Lutfiana Mentari bersama teman-temannya (DOKUMEN PRIBADI).
BERJIWA BISNIS: Faruq Abdurrahman dan Lutfiana Mentari bersama teman-temannya (DOKUMEN PRIBADI).

Bisnis kuliner cukup menjanjikan. Itu juga yang dijalani Faruq Abdurrahman dan Lutfiana Mentari. Sejak masih kuliah, keduanya sudah berbisnis katering dengan nama Dapoer Lusman.

HAJAR AZIZATUN NISWAH

BERAWAL dari kegemarannya memasak, Faruq Abdurrahman dan Lutfiana Mentari pandai mencari peluang untuk menjadikan hobinya menghasilkan pundi-pundi uang. Faruq dan Lutfia memilih menekuni bisnis katering. Bisnis itu dirintis sejak Maret 2016 lalu. Kalangan mahasiswa dan warga kampus menjadi bidikan pasar utama usaha kuliner ini.

“Jadi kenapa kami berdua memilih nama Dapoer Lusman? Lusman itu artinya rumah makan kalau di Kota Tegal. Nah, karena bisnis kami ini dimulai dari bawah banget, dari dapur lalu kami tawarin ke mahasiswa-mahasiswa. Harapannya dari dapur ini besok-besok kami bisa bikin rumah makan, bisa lebih besar usahanya,” ujar Lutfia, dara yang baru saja diwisuda dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip ini.

Dapoer Lusman sendiri memiliki dua jenis katering, yakni katering harian dan katering event. Untuk katering harian, jelas dia, pemesan dipatok harga Rp 15 ribu setiap boksnya. Untuk katering event sendiri, harga tergantung pada menu makanan apa yang ingin dipesan oleh customer.

“Kalau kendala awalnya kami itu modal. Kami ini kan mahasiswa, jadi modalnya pas-pasan, sama modal nekat juga. Kami nggak punya apa-apa, jadinya kami pinjam uang orangtua untuk biaya produksinya,” katanya.

Selama satu tahun berjalan, Dapoer Lusman sudah menerima lebih dari ribuan pesanan katering. Pesanan katering sendiri biasanya berasal dari teman-teman mahasiswa di Undip dan sekitarnya, organisasi-organisasi kemahasiswaan, hingga para dosen.

“Biasanya yang memesan katering di Dapoer Lusman itu para mahasiswa yang mengadakan event, ataupun dosen-dosen yang mengadakan seminar. Untuk katering harian sendiri, biasanya yang memesan itu mahasiswa yang ingin makan sehat tanpa mau ribet memasak,” terang Lutfia.

Omzet Dapoer Lusman kini bisa mencapai Rp 15 juta setiap bulannya, tergantung ramai tidaknya pesanan yang didapat. “Omzet dari bisnis kami sudah stabil setelah setahun ini, karena pelanggan katering harian semakin banyak. Selain itu, yang memesan katering event semakin luas dan tersebar, tidak hanya di kawasan Undip saja,” jelas Faruq yang hobi bermain futsal.

Ditanya lain saat menjalankan bisnis ini, menurut Faruq, adalah soal cuaca yang tidak menentu. “Biasanya kalau kami mengantar katering, tiba-tiba hujan, itu kan kendala yang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya,” ungkap mahasiswa jurusan Oceanografi Undip ini.

Ke depannya, Faruq dan Lutfia berharap Dapoer Lusman dapat memperluas jaringan dan segmentasi konsumennya di Kota Semarang. Untuk yang lebih besar lagi, kata dia, Dapoer Lusman bisa menjadi rumah makan yang digemari di Kota Semarang. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here