Armada Hada Graha dan Kafe Yege Damai

177
DAMAI : Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan menyaksikan penyelesaian kasus ambruknya crane secara kekeluargaan antara rekanan pelaksana PT Armada Hada Graha dengan Kafe Yege di Mapolres (Dhinar Sasongko/radar semarang).
DAMAI : Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan menyaksikan penyelesaian kasus ambruknya crane secara kekeluargaan antara rekanan pelaksana PT Armada Hada Graha dengan Kafe Yege di Mapolres (Dhinar Sasongko/radar semarang).

SALATIGA – Kasus ambruknya crane yang dipakai untuk memasang atau memindahkan cor beton yang menimpa pagar kafe Yege di Jalan Diponegoro, Sabtu (28/10) malam berakhir damai. Difasilitasi oleh polres, kedua pihak sepakat untuk tidak melanjutkan perselisihan mengenai ambruknya crane itu.

Pemilik kafe Joko Soerowo melalui kuasa hukumnya Suroso Kuncoro SH menuturkan, pihaknya sejak awal hanya ingin adanya itikad baik dari rekanan. Kasus ini sempat diadukan ke polres setelah ada oknum pekerja yang berselisih paham dengan Joko Soerowo dan bahkan menantang untuk melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Sejak awal, klien kami mengatakan tidak akan menuntut materi dan hanya penjelasan serta permintaan maaf. Dan oknum yang berselisih paham sudah datang dan meminta maaf sehingga bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” jelas Suroso Kuncoro saat ditemui di mapolres, kemarin.

Sementara itu, Tri Hatmanto selaku manajer projects PT Armada Hada Graha, rekanan pelaksana proyek mengaku ada kesalahan prosedur dalam proses pemindahan beton yang berakhir dengan insiden tersebut.

“Kami meminta maaf dan tengah menyelidiki internal untuk mencari tahu mengenai kejadian  sebenarnya. Insiden terjadi di angkatan ketiga,” jelas Tri Hatmanto.

Menurutnya, alat berat yang digunakan masih sangat layak dan jauh di atas kapasitas yang diangkat. Dan secara teori seharusnya tidak ada masalah. “Yang jelas, dengan kejadian ini, kami semua semakin berhati-hati dalam melakukan pekerjaan agar tidak terulang kejadian serupa,” jelas dia. Pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaannya adalah pembuatan trotoar di jalan Diponegoro dari pusat kota sampai batas kota.

Dijelaskan, dengan kejadian ini memang menjadikan ada kemunduran jadwal pengerjaan antara 2-3 hari. Namun pihaknya bertekad tetap menyelesaikan hingga batas akhir yakni 27 Desember mendatang.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan mendukung adanya kesepahaman antara pemilik kafe dan rekanan setelah ada mediasi sehingga kasusnya tidak berlanjut ke proses hukum, berakhir secara kekeluargaan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi saat crane pengangkut beton saluran ambruk. Crane kehilangan keseimbangan dan ambruk menutup jalan di sekitar perempatan penjara dan menimpa kafe Yege. Alat pengangkut yang ambruk itu, membuat akses jalan terputus sekitar dua jam. Kendaraan dari arah Kauman atau sebaliknya dari arah Kota Salatiga tidak dapat melintas dan harus berputar. (sas/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here