87 Kios PKL WR Supratman Diratakan

181
GANGGU PELEBARAN: Petugas membongkar kios yang berada di Jalan WR Supratman menggunakan alat berat. Keberadaan puluhan kios tersebut mengganggu proses pelebaran jalan (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang).
GANGGU PELEBARAN: Petugas membongkar kios yang berada di Jalan WR Supratman menggunakan alat berat. Keberadaan puluhan kios tersebut mengganggu proses pelebaran jalan (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG– Sebanyak 87 kios pedagang kaki lima (PKL) permanen yang berdiri di sepanjang Jalan WR Supratman, ditertibkan petugas gabungan Satpol PP Kota Semarang, TNI, Polri dan Dinas Perdagangan, Rabu (1/11). Penertiban tersebut dengan mengerahkan tiga unit alat berat untuk meratakan bangunan kios.

Sebagian besar kios milik warga Gisikdrono dan Kalibanteng Kidul, Kecamatan Semarang Barat. Pembongkaran dilakukan karena kios tersebut mengganggu pelaksanaan proyek pelebaran Jalan WR Supratman tahap pertama sepanjang sekitar 500 meter dan lebar 36 meter.

Prosersi pembongkaran berjalan lancar. Tidak ada perlawanan dari pemilik kios. Karena sebelumnya telah dilakukan sosialisasi.“Mereka yang terkena proyek pelebaran nantinya akan dipindahkan ke beberapa pasar di Kota Semarang,” ungkap Kabid Tribum Tranmas Satpol PP Kota Semarang, Titis Pramono.

Pasar yang telah disediakan adalah Pasar Manyaran, Pasar Banjardowo, Pasar Purwoyoso serta Pasar Meteseh. Dari  jumlah 87 tersebut 20 pedagang akan dipinahkan ke Pasar Manyaran. “Sedangkan yang bukan warga sekitar Gisikdrono  akan dipindahkan selain Pasar Manyaran,” tambahnya.

Salah seorang pemilik kios, Sriyanto, mengaku tidak ada masalah dengan pembongkaran tersebut. “Tidak masalah dengan pembongkaran karena sesuai perjanjian ketika pemerintah membutuhkan, tetap diberikan, apalagi untuk kepentingan umum,” katanya. (hid/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here