Terapkan Kurikulum Ritel

197
ALTERNATIF BAGI SISWA : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Gatot Bambang Hastowo bersama jajaran terkait foto bersama di depan Laboratorium Pengelolaan Bisnis Ritel (Jon waheed/jawa pos radar semarang).
ALTERNATIF BAGI SISWA : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Gatot Bambang Hastowo bersama jajaran terkait foto bersama di depan Laboratorium Pengelolaan Bisnis Ritel (Jon waheed/jawa pos radar semarang).

SEMARANG – Manajemen ritel Alfamart Classical PT Sumber Alfaria Trijaya, Selasa (31/10) melakukan penandatangan kerjasama dengan SMKN 9 Semarang. Kegiatan yang berlangsung di sekolah tersebut disaksikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Gatot Bambang Hastowo.

Gatot Bambang Hastowo mengatakan tiga tantangan yang harus dihadapi pada era globalisasi yakni tantangan dengan mesin sehingga secara otomatis akan mengurangi tenaga manusia. “Karena dengan melalui mesin maka secara otomatis tenaga manusia akan dikurangi dengan diganti oleh mesin sehingga akan muncul pengangguran,” katanya.

Selain itu era informasi yang ditandai dengan meningkatnya kepentingan dan ketersediaan informasi, dan kolaborasi sehingga harus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. “Dengan begitu tentunya bisa menghadapi tantangan yang ada. Misalnya saat ini melakukan kerjasama denganAlfamart ini,” katanya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan pemberlakuan kurikulum ritel ini merupakan alternatif yang bagus bagi siswa SMK. Sebab melalui kurikulum tersebut lulusan SMK punya pilihan untuk bekerja langsung di Industri ritel atau membuka usaha ritel secara mandiri.

“Ini patut disyukuri jika ada pengusaha yang memiliki kepedulian terhadap SMKN 9 di Semarang. Sehingga melalui kerjasama ini diharapkan lulusan SMK siap kerja kerena telah memiliki standar kompetensi yang dibutuhkan industri,” imbuhnya.

Deputy Branch Manager Alfamart Semarang, Supriyanto mengatakan SMKN 9 Semarang ini merupakan yang kedua di Kota Semarang yang mengimplementasikan kurikulum pendidikan ritel. Dan melalui program ini perusahan ingin menumbuhkan minat masyarakat terhadap dunia ritel melallui proses pembelajaran ritel yang aplikatif.

Selain itu perusahaan ingin berpartisipasi dalam menciptakan keselarasan program pendidikan dengan kebutuhan dunia bisnis ritel melalui transfer knowledge dan praktik pembelajaran yang komperehensif.

“Sehingga melalui program ini diharapkan dapat menciptakan lulusan SMK yang siap kerja di lingkungan perusahaan, khususnya di industri ritel dengan beberapa kompetensi yang telah dimiliki,” katanya.

Kompetensi tersebut antara lain softskill dalam penjualan, penguasaan produk, transaksi penjualan, administrasi penjualan, persediaan produk, pelayanan pelanggan, prosedur kerja, serta kerjasama tim.

“Dengan begitu maka siswa SMK siap dan sesuai dengan lapangan kerja yang diharapkan oleh perusahaan sehingga mereka bisa langsung terjun ke dunia kerja dengan skill yang dimiliki,” imbuhnya. (hid/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here