Sharp Gelar Tomodachi Expo 2017      

Gandeng Global Elektronik

236
Melonjak : Permintaan elektronik menjelang akhir tahun meningkat signifikan (istimewa).
Melonjak : Permintaan elektronik menjelang akhir tahun meningkat signifikan (istimewa).

SEMARANG – Sharp untuk pertama kalinya bersama Global Elektronik menggelar pameran bertajuk “Sharp Tomodachi Expo 2017” (Persahabatan Yang Dilandasi Semangat Kebersamaan) di Semarang. Pameran di halaman Global Elektronik, Jalan Pandanaran Semarang 2-19 November ini menggelar program diskon hingga 70 persen dan penawaran menarik lainnya.

Sharp Corporation Japan di pameran ini akan  memasarkan produk J-Tech dan teknologi Plasmacluster khusus untuk  produk televisi, lemari es, mesin cuci, pendingin udara, air purifier (pemurnian udara), air cooler, water dispenser, dan small appliances. Dipilihnya Global Elektronik karena  prestasi penjualan yang bagus dan satu-satunya Authorized Partner di Kota Semarang.

“Khusus pameran kali ini digelar promo spektakuler,  harga netto, clearance sale hingga 70 persen, total cashback Rp 100 juta, hadiah cabutan perangkat elektronik dan sepeda gunung, buy one get one free dan gratis payung golf, traveling bag, handuk ekslusif,” jelas Senior Branch Manager Sharp Elektronik Indonesia Semarang Anton Fatoni.

Ditambahkan pemilik Global Elektronik Andy Gouw, Global memulai bisnisnya dengan membuka gerai  modern ritel elektronik satu-satunya saat itu di tahun 2002. Sebagai “one-stop shooping electronics” di pusat elektronik di Jalan  MT. Haryono yang  dahulu dikenal sebagai pusat  elektronik pertama. “Konsep awalnya adalah membangun “big box” dimana toko kami berkonsep seperti pameran,” jelas Andy.

“Kami ingin menyediakan tempat yang nyaman, lengkap, desain modern, ber-AC, lampu terang, dengan menyediakan perangkat elektronik dan ponsel pintar yang lengkap untuk pelanggan di Jateng, khususnya Semarang dan sekitarnya.” paparnya.

Menurutnya  potensi pasar bisnis elektronik masih sangat besar. Bila dibandingkan dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia. Penetrasi pasar lemari es di Singapura 99 persen, Malaysia 97 persen, sedangkan Indonesia baru 48 persen, sedangkan mesin cuci di Singapura 96 persen, Malaysia 94 persen dan Indonesia baru 33 persen. (tya/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here