Santri Al Khawarizmi Dilatih Menulis di Koran

174
SEBAR VIRUS MENULIS: Usman Roin saat memberikan pelatihan menulis di koran kepada santri Pesantren Riset Al Khawarizmi (ISTIMEWA).
SEBAR VIRUS MENULIS: Usman Roin saat memberikan pelatihan menulis di koran kepada santri Pesantren Riset Al Khawarizmi (ISTIMEWA).

SEMARANG-Demi menumbuhkan semangat menulis, Pesantren Riset Al Khawarizmi di Wonolopo RT 03 RW 07 Mijen Semarang menggelar pelatihan menulis, Senin petang (30/10). Sebagai pemateri,  penulis produktif  di media massa Usman Roin yang juga mahasiswa Magister PAI UIN Walisongo.

Pengasuh Pesantren Riset, Syamsul Ma’arif, mengatakan, soft motivation menulis ini diikuti 20 santri dengan penekanan menulis memang butuh ketekunan, dan kuncinya mau belajar pada yang sudah berhasil.

“Kami menghadirkan narasumber kali ini, karena dia punya best praktis dari pengalaman yang telah dilakukan. Selain itu, guna menumbuhkan karakter penulis yang tidak mudah patah arang ketika tulisannya ditolak. Apalagi style penulis itu sama, hanya yang beda jenis-jenisnya saja,” ungkapnya.

Usman Roin menyampaikan, cara mudah untuk menulis di koran tidak lain harus memahami dulu rubrik menulis di koran tersebut. Tujuannya, guna menakar seberapa besar kemampuan penulis pemula untuk mengikuti gaya bahasa koran. “Ini penting untuk penulis pemula, karena jangan sampai tidak paham yang diinginkan oleh tipikal koran tersebut,” paparnya.

Usman memberi kiat untuk menjadi penulis produktif, mulai dari punya target menulis, mengisi waktu luang hingga menyisihkan waktu khusus dalam sehari untuk menulis. “Dan yang terpenting tanamkan tekad kuat untuk menjadi penulis,”katanya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here