Ratusan Siswa Tonton Festival Film Lingkungan

178
NONTON BARENG : Para siswa MTs Qodiriyah Harjowinangun Dempet sedang asyik menonton film lingkungan di sekolahnya (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
NONTON BARENG : Para siswa MTs Qodiriyah Harjowinangun Dempet sedang asyik menonton film lingkungan di sekolahnya (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK-Ratusan siswa SD, MI dam MTs di wilayah Kecamatan Dempet kemarin antusias menonton festival film atau science film festival (SFF). Film yang mengusung tema era manusia (Anthropocene) ini diputar berkat kerjasama dengan Lembaga Kebudayaan Jerman (Goethe Institute) yang berkedudukan di Jakarta.

Nailys Syifa, Volunteer SFF, perwakilan Goethe Institute mengatakan, film edukasi yang diputar di Mts Qodiriyah Desa Harjowinangun, Kecamatan Dempet ini banyak terkait dengan isu isu lingkungan. Antara lain, soal mobilitas evolusi, urbanisasi, perubahan iklim dan sumber energy baru.

Menurutnya, melalui pemutaran film tersebut, para pelajar dari berbagai tingkatan ini diharapkan dapat memahamai persoalan lingkungan yang begitu pelik. Mereka mencoba dirangkul dengan ilmu pengetahuan lewat film yang diwarnai dengan eksperimen. “Ada 12 film yang diputar pada 2017 ini. Diantaranya di Kabupaten Demak ini,” kata Nailys dari Universitas Paramadina Jakarta ini.

Dalam film ini, kata dia, para siswa dapat melihat sekaligus meresapi terkait masa depan lingkungan, termasuk dampak yang akan dirasakan jika manusia mengabaikan atau bahkan merusak lingkungan.

“Perubahan iklim akhir akhir ini merupakan efek kerusakan lingkungan. Karena itu, adanya perubahan dibumi akibat tekhnologi maupun lingkungan oleh perbuatan manusia menjadi perhatian bersama. Perubahan inipula yang disebut Anthropocene. Manusia telah merubah apa yang ada dibumi,” katanya.

Kepala MTs Qodiriyah, M Latif Rowi menyampaikan, adanya SFF tersebut dapat memberikan bekal pengetahuan bagi para siswa. Apalagi, kata dia, di MTs yang dipimpinnya tersebut menjadi salah satu dari 38 kota di dunia yang dijadikan lokasi edukasi lewat film. “Ini sangat menginspirasi bagi siswa kami. Mereka dapat bereksperimen lebih lanjut,” katanya.

Melalui film itu, siswa dapat melihat langsung bagaimana kertas dapat didaur ulang dari kotoran Gajah. Selain itu, siswa dapat praktik melipat kertas untuk mengangkat beban. “Jadi, kami berterimakasih dengan Goethe Institute yang telah memutar film lingkungan ini,”ujarnya. (hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here